apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/General News

Lampung Siapkan Pengembangan Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka Menjadi Energi Terbarukan

Agus CahyonoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 19.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Lampung Siapkan Pengembangan Ekonomi Hijau Melalui Pemanfaatan Limbah Tapioka Menjadi Energi Terbarukan
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Upaya pembangunan ekosistem ekonomi hijau berbasis pertanian dan agroindustri kini tengah disiapkan di Provinsi Lampung. Langkah ini ditandai dengan adanya kesepakatan bersama untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian daerah setempat. Kolaborasi ini dirancang untuk menyelaraskan produktivitas industri pertanian dengan upaya pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern.

Kerja sama strategis tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan ini melibatkan tiga pihak utama, yaitu PT ESGIN Global Partners, Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Lampung, dan Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI). Ketiga entitas ini berkolaborasi guna menggarap potensi besar yang dimiliki oleh Provinsi Lampung di sektor agroindustri.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Lampung sendiri dikenal sebagai wilayah yang sangat strategis untuk pengembangan proyek ini karena statusnya sebagai produsen singkong terbesar di Indonesia. Provinsi ini tercatat mampu menghasilkan komoditas singkong dengan volume produksi mencapai sekitar 7,5 juta ton per tahun. Dengan kapasitas produksi yang sangat melimpah tersebut, potensi limbah hasil pengolahan singkong menjadi tepung tapioka sangat besar, sehingga memerlukan penanganan terintegrasi agar dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.

Baca Juga

Tragedi Robohnya Sampoong Department Store, Kelalaian Fatal di Lahan Bekas TPA

Tragedi Robohnya Sampoong Department Store, Kelalaian Fatal di Lahan Bekas TPA

Fokus utama dari proyek kolaborasi ini adalah menekan emisi gas rumah kaca, khususnya dengan mengurangi emisi metana pada industri pengolahan tepung tapioka. Untuk mencapai target tersebut, para pihak akan menerapkan teknologi penangkap metana (methane capture). Melalui teknologi ini, limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahan singkong tidak akan dibuang begitu saja, melainkan bakal diolah dan dimanfaatkan kembali menjadi biogas yang berfungsi sebagai sumber energi terbarukan.

Selain penanganan limbah industri tapioka, kerja sama ini juga menyasar sektor pertanian secara langsung dengan menerapkan metode pertanian yang ramah iklim. Sektor pertanian di daerah ini diarahkan untuk mengimplementasikan konsep Climate Smart Agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim. Langkah konkretnya mencakup penggunaan biochar untuk memperbaiki kualitas lahan serta penerapan metode pengairan berselang atau Alternate Wetting and Drying (AWD) khusus pada lahan persawahan guna menghemat air dan menekan emisi.

Baca Juga

Harga Baru BBM per 1 Agustus 2026, Solar Shell Naik, Pertamax Alami Penurunan

Harga Baru BBM per 1 Agustus 2026, Solar Shell Naik, Pertamax Alami Penurunan

Guna memastikan seluruh proses berjalan transparan dan terukur, pengembangan proyek ini akan didukung penuh oleh sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi digital yang canggih atau Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV). Sistem Digital MRV ini memanfaatkan gabungan teknologi modern terkini, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pemantauan lewat citra satelit, Internet of Things (IoT), penggunaan drone di lapangan, dasbor digital untuk pemantauan data secara langsung, hingga pemanfaatan teknologi blockchain untuk menjamin keamanan data.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman ini, pihak-pihak terkait yang dipimpin oleh perwakilan seperti Yayang Ruzaldy selaku Vice President & Indonesia Regional Head PT ESGIN Global Partners, akan segera menjalankan sejumlah tahapan penting. Agenda kerja berikutnya meliputi penyusunan studi kelayakan (feasibility study), penentuan dan identifikasi lokasi-lokasi prioritas untuk proyek, penyusunan dokumen proyek karbon, penerapan sistem Digital MRV di lapangan, serta penyiapan skema pembiayaan hijau (green financing) untuk mendukung keberlangsungan proyek ini.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi hijauLampungEnergi TerbarukanLimbah TapiokaBiogasPertanian Ramah Iklim

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Kinerja Keuangan Telkom pada Semester I 2026, Pendapatan, EBITDA, dan Laba Tumbuh PositifBeli Sepeda Listrik di Transmart Aja, Didiskon dan Cuma Dibanderol SeginiTragedi Robohnya Sampoong Department Store, Kelalaian Fatal di Lahan Bekas TPAMengenal Program Sekolah Rakyat yang Mulai Dibangun di Biak NumforHarga Baru BBM per 1 Agustus 2026, Solar Shell Naik, Pertamax Alami PenurunanMengapa Mal dan Perkantoran di Jakarta Pasang Pagar Tinggi? Ini Penjelasan PemerintahKemenhub Koordinasi dengan Malaysia Terkait Kasus Pilot Selundupkan 25 Kg EkstasiTransmart Full Day Sale 2 Agustus 2026, Diskon AC Split 1 PK Tembus Rp 1,7 Juta

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap