Ketergantungan pasar domestik terhadap pasokan bawang putih impor masih menjadi salah satu tantangan besar ketahanan pangan nasional. Guna memangkas ketergantungan tersebut, PTPN Group merancang langkah strategis dengan menyiapkan kawasan budi daya bawang putih seluas 10.000 hektare di Jawa Barat pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang untuk memperkuat produksi lokal secara signifikan.
Mengapa Indonesia Membutuhkan Langkah Ekstrem untuk Swasembada Bawang Putih?
Ketimpangan yang lebar antara tingkat produksi dalam negeri dan volume kebutuhan pasar menjadi alasan utama di balik inisiatif ini. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, produksi bawang putih domestik saat ini hanya mampu menghasilkan sekitar 39.000 hingga 40.000 ton per tahun.
Di sisi lain, kebutuhan nasional untuk komoditas ini mencapai kisaran 600.000 ton per tahun. Jurang pemisah yang mencapai ratusan ribu ton ini memaksa Indonesia terus mengandalkan impor untuk memenuhi konsumsi harian masyarakat. Tanpa adanya perluasan lahan tanam secara masif dan terintegrasi, swasembada akan sulit tercapai.
Bagaimana PTPN Group Mengembangkan Lahan di Jawa Barat?
Untuk merealisasikan target swasembada, PTPN Group membagi rencana kerja dalam beberapa fase strategis. Sebagai langkah awal, Jawa Barat dipilih menjadi lokasi pengembangan kawasan budi daya seluas 10.000 hektare pada tahun 2026.
Ekonom Peringatkan Risiko Pemblokiran Rekening Sepihak terhadap Kepercayaan Nasabah

Persiapan lahan ini menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi serta pemeriksaan lapangan (ground checking) untuk memastikan kesiapan areal kerja dilaporkan telah selesai 100 persen. Pengawasan proses ini berada di bawah koordinasi Direktur Pemasaran dan Manajemen Aset PTPN I, Arif Budiman, bersama Regional Head PTPN I Regional 2, Desmanto.
Secara bertahap, program ini akan diperluas secara nasional. Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, menyatakan bahwa PTPN Group menargetkan total pengembangan lahan bawang putih hingga mencapai 24.000 hektare pada periode 2026-2029.
Apa Saja Kemitraan dan Target Produktivitas yang Ingin Dicapai?
Program berskala besar ini dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak. PTPN Group telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama 14 mitra strategis di Bandung untuk mengembangkan lahan seluas 6.500 hektare pada tahap pertama.
Selain perluasan lahan, aspek kelestarian lingkungan juga menjadi perhatian. PTPN Group berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara untuk merumuskan konsep budi daya bawang putih yang lebih ramah lingkungan.
Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi di Dairi Hingga Dua Kali Lipat

Melalui penerapan metode ramah lingkungan dan teknologi pertanian, program ini menargetkan peningkatan produktivitas hasil panen secara berkala. Produktivitas bawang putih diproyeksikan tumbuh dari sekitar 10,8 ton kering per hektare pada tahun pertama menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat.
Langkah Awal dan Tantangan Penyediaan Benih Berkualitas
Fokus utama pada tahap awal pelaksanaan proyek difokuskan pada akselerasi penyediaan benih bawang putih berkualitas. Benih yang bermutu dipandang sebagai fondasi utama untuk memastikan keberhasilan panen dan mendongkrak produktivitas secara berkelanjutan.
Meskipun kesiapan lahan telah teridentifikasi sepenuhnya, keberhasilan program ini tetap menghadapi tantangan nyata. Ketersediaan pasokan benih unggul dalam jumlah besar secara konsisten serta komitmen jangka panjang dari 14 mitra strategis menjadi faktor penentu apakah target perluasan lahan dari 6.500 hektare menuju 10.000 hektare pada 2026, dan akhirnya 24.000 hektare pada 2029, dapat terealisasi sepenuhnya di lapangan.






