PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Melalui program demonstration plot (demplot) yang dijalankan bersama pemerintah daerah setempat, hasil panen di wilayah tersebut kini melonjak menjadi 12,3 ton per hektar. Capaian ini menunjukkan peningkatan hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan produktivitas sebelumnya yang hanya mencapai 6 ton per hektar.
Kolaborasi erat dengan pemerintah daerah ini direalisasikan melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Dairi. Sinergi ini dirancang untuk memastikan penerapan teknologi pertanian dan penyediaan sarana produksi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran di lapangan.
Kolaborasi dan Pengukuran Ubinan secara Transparan
Kepastian mengenai peningkatan produktivitas padi hingga mencapai 12,3 ton per hektar ini diperoleh melalui metode pengukuran yang transparan dan objektif. Pengukuran dilakukan melalui proses pengambilan contoh atau sampel ubinan secara bersama-sama langsung di area persawahan demplot.
PTPN Group Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan di Jawa Barat untuk Swasembada Bawang Putih

Kegiatan ubinan ini melibatkan kolaborasi aktif dari berbagai pihak terkait, meliputi perwakilan dari Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta para petani setempat. Dengan keterlibatan seluruh pihak, hasil pengukuran yang didapatkan menjadi lebih akurat serta mencerminkan kondisi riil tanaman padi di lapangan.
Kunci Keberhasilan Peningkatan Hasil Panen
Peningkatan produktivitas yang sangat signifikan ini didukung oleh penerapan metode budi daya pertanian yang terukur serta terencana dengan baik. Assistant Officer Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Hendra Sagita, memaparkan bahwa ada beberapa pilar utama yang menjadi kunci keberhasilan program ini.
Faktor pertama adalah pengolahan lahan yang tepat sebelum masa tanam dimulai. Selanjutnya, keberhasilan ini juga didorong oleh penerapan pola pemupukan yang terukur atau berimbang agar tanaman mendapatkan nutrisi secara optimal. Selain itu, pendampingan intensif yang diberikan oleh tim Pupuk Indonesia kepada petani sepanjang musim tanam turut memastikan seluruh proses pertanian berjalan tanpa hambatan berarti.
Ekonom Peringatkan Risiko Pemblokiran Rekening Sepihak terhadap Kepercayaan Nasabah

Dorongan Penggunaan Pupuk Organik dan Kapur Pertanian
Melihat hasil positif dari demplot ini, pemerintah daerah berupaya menjaga keberlanjutan kualitas lahan pertanian di wilayah tersebut. Kepala Bidang DKPP Kabupaten Dairi, Sukaedah Angkat, mendorong para petani setempat untuk mulai membiasakan penggunaan pupuk organik dan kapur pertanian.
Sukaedah Angkat menjelaskan bahwa langkah tersebut sangat penting untuk memperbaiki tingkat keasaman atau pH tanah di lahan pertanian. Dengan kondisi pH tanah yang lebih baik dan seimbang, penyerapan unsur hara oleh tanaman padi dapat berjalan secara maksimal, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dan hasil panen yang tetap melimpah di masa mendatang.






