PT Samator Indo Gas Tbk (dengan kode emiten AGII) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang kuat sepanjang semester pertama tahun 2026. Perusahaan berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 178 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan total mencapai Rp 67,4 miliar. Pertumbuhan yang signifikan ini juga diiringi oleh peningkatan pendapatan perseroan yang berhasil menembus angka Rp 1,54 triliun pada paruh pertama tahun ini. Informasi kinerja keuangan tersebut disampaikan secara resmi oleh Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, melalui keterangan tertulis pada hari Selasa, 28 Juli 2026.
Kenaikan pendapatan AGII pada semester I 2026 tercatat tumbuh sebesar 8,9 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Keberhasilan ini didorong oleh kuatnya permintaan pasar dari berbagai sektor strategis, terutama dari sektor gas industri serta layanan kesehatan yang menjadi penopang utama bisnis perseroan. Jika dilihat dari perkembangan kuartalan, aktivitas penjualan perseroan pada kuartal kedua tahun 2026 juga memperlihatkan tren positif dengan peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan dengan capaian pada kuartal pertama.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Selain pendapatan, kinerja laba kotor perusahaan turut mengalami pertumbuhan yang positif. Pada semester pertama tahun ini, laba kotor AGII meningkat sebesar 12,8 persen secara tahunan menjadi Rp 725,6 miliar. Margin laba kotor perseroan pun terkerek naik menjadi 47,0 persen, dibandingkan dengan 45,4 persen pada semester I 2025. Peningkatan margin ini didukung oleh berbagai langkah perbaikan operasional secara struktural yang dilakukan perusahaan, seperti optimalisasi utilisasi pabrik, efisiensi konsumsi listrik, dan optimalisasi rantai pasok. Upaya efisiensi ini terbukti efektif mengingat beban operasional AGII sepanjang semester I 2026 hanya mengalami kenaikan sebesar 8,6 persen secara tahunan.
Dalam laporan keuangan yang sama, Samator Indo Gas juga mencatatkan rekor EBITDA tertinggi sepanjang sejarah perusahaan untuk periode semester pertama. EBITDA yang dilaporkan tumbuh sebesar 10 persen secara tahunan mencapai Rp 452,5 miliar, dengan margin EBITDA yang naik tipis dari 29,0 persen menjadi 29,3 persen. Di sisi lain, jika tidak menghitung pos one-off bersih senilai Rp 2,7 miliar, EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) milik AGII berhasil menyentuh angka Rp 449,7 miliar, atau mencerminkan pertumbuhan sebesar 13,7 persen secara tahunan. Khusus pada bulan Juni saja, EBITDA perseroan melonjak hingga 30,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Peningkatan performa keuangan ini berdampak langsung pada laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang melesat hampir tiga kali lipat menjadi Rp 65,2 miliar dari Rp 22,6 miliar pada semester pertama tahun lalu. Dari sisi kesehatan keuangan, rasio EBITDA terhadap beban bunga perseroan juga membaik menjadi 3,1 kali dari posisi sebelumnya 2,6 kali pada semester I 2025. Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan menjadi Rp 192,3 miliar, naik dari Rp 138,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Stabilitas bisnis jangka panjang AGII juga diperkuat oleh tingkat perpanjangan kontrak yang sangat tinggi, yakni mencapai kisaran 98 hingga 100 persen untuk kontrak on-site jangka panjang dan kontrak pembelian minimum (minimum offtake).






