apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Laba Ramayana Semester I Anjlok 11%, Ini Penyebabnya

Parlin SinagaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 22.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Laba Ramayana Semester I Anjlok 11%, Ini Penyebabnya
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kinerja keuangan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mengalami tekanan pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, emiten ritel ini membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp204,9 miliar hingga semester I tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 11,05% dibandingkan dengan periode yang sama pada semester I-2025, ketika perusahaan berhasil mengantongi laba sebesar Rp230,3 miliar.

Penurunan laba bersih ini terutama dipicu oleh melemahnya kinerja pendapatan perseroan. Sepanjang semester I tahun 2026, total pendapatan RALS tercatat sebesar Rp1,31 triliun, atau merosot 12,65% dibandingkan dengan pencapaian semester I-2025 yang mencapai Rp1,50 triliun. Penurunan ini bersumber dari dua lini bisnis utama perusahaan, yakni penjualan barang beli putus dan komisi penjualan konsinyasi. Penjualan barang beli putus mengalami penurunan sebesar 15,42% menjadi Rp928,9 miliar dari sebelumnya Rp1,1 triliun. Sementara itu, pendapatan dari komisi penjualan konsinyasi juga terkoreksi sebesar 5,13% menjadi Rp383,9 miliar dari Rp404,7 miliar pada tahun lalu.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Di tengah penurunan pendapatan tersebut, Ramayana sebenarnya telah berupaya melakukan efisiensi pada pos beban. Beban pokok penjualan barang beli putus berhasil ditekan sebesar 16,62% menjadi Rp590,1 miliar, dari sebelumnya Rp707,7 miliar pada semester I-2025. Berkat langkah efisiensi ini, penurunan pada laba bruto dapat sedikit tertahan. Laba bruto perseroan tercatat sebesar Rp722,7 miliar, atau terkoreksi sebesar 9,12% dibandingkan perolehan semester I-2025 yang sebesar Rp795,2 miliar.

Baca Juga

SLIK Kredit di Bawah Rp1 Juta Dihapus, Analisis Kredit Perbankan Mulai Menyesuaikan

SLIK Kredit di Bawah Rp1 Juta Dihapus, Analisis Kredit Perbankan Mulai Menyesuaikan

Selain itu, perseroan juga berhasil memangkas sejumlah beban operasional lainnya. Beban penjualan RALS tercatat turun sebesar 29,64% menjadi Rp43,2 miliar dari Rp61,4 miliar. Pada saat yang sama, beban umum dan administrasi juga mengalami penyusutan sebesar 3,52% menjadi Rp559,5 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp580,01 miliar. Di sisi lain, pendapatan lainnya mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, melonjak 37,29% menjadi Rp84,7 miliar dari Rp61,7 miliar. Ditambah lagi, beban lainnya berhasil ditekan secara drastis hingga 94,62% dari Rp1,5 miliar menjadi hanya Rp85 juta. Dengan berbagai dinamika tersebut, laba usaha Ramayana tercatat berada di angka Rp204,6 miliar, atau turun 4,37% dari Rp213,9 miliar pada semester I-2025.

Meskipun demikian, kinerja laba sebelum pajak tetap tertekan karena adanya penurunan pada pendapatan keuangan serta kenaikan biaya keuangan. Pendapatan keuangan perseroan turun sebesar 24,48% menjadi Rp50,5 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp66,9 miliar. Sebaliknya, biaya keuangan mengalami kenaikan sebesar 18,74% menjadi Rp16,7 miliar dari Rp14,1 miliar. Hal ini membuat laba sebelum pajak penghasilan RALS tercatat sebesar Rp238,4 miliar, menyusut 10,64% dari Rp266,8 miliar pada semester I-2025. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto yang juga turun 8,04% menjadi Rp33,5 miliar, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp204,9 miliar.

Baca Juga

Strategi BTN Wujudkan Program 3 Juta Rumah Terjangkau

Strategi BTN Wujudkan Program 3 Juta Rumah Terjangkau

Adapun total laba komprehensif tahun berjalan RALS mengalami penurunan yang lebih dalam, yakni mencapai 22,60% menjadi Rp184,5 miliar dibandingkan dengan Rp238,3 miliar pada semester I-2025. Penurunan tajam ini dipicu oleh rugi komprehensif lain setelah pajak yang tercatat sebesar Rp20,3 miliar, berbalik arah dari posisi laba komprehensif sebesar Rp8,02 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kerugian komprehensif ini disebabkan oleh kerugian dari perubahan nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual yang mencapai Rp26,1 miliar. Meskipun pos pajak penghasilan terkait berubah menjadi manfaat pajak sebesar Rp5,7 miliar dari sebelumnya beban pajak sebesar Rp2,2 miliar pada semester I-2025, hal tersebut belum mampu menutupi kerugian nilai wajar tersebut.

Dari sisi neraca keuangan, total aset PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk juga menunjukkan penurunan. Hingga akhir semester I tahun 2026, total aset RALS tercatat sebesar Rp4,5 triliun. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan posisi aset pada akhir tahun 2025 yang mencapai Rp4,7 triliun.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Laporan KeuanganRamayanaRALSKinerja PerusahaanRitel

Berita Terbaru Lainnya

Poros Perlawanan Iran Targetkan Arab Saudi, Serangan Diduga Diluncurkan dari Wilayah IrakTrump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas dan Kelompok Bersenjata di GazaGempa M7,1 Jepang, Ribuan Warga Bertahan Tanpa Listrik dan Air Bersih di Tengah Suhu Panas EkstremKejagung Periksa Tujuh Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Mantan Jampidsus Febrie AdriansyahJejak Staf KPK Asal Kepolisian dalam Kasus Pemerasan Bupati PemalangSLIK Kredit di Bawah Rp1 Juta Dihapus, Analisis Kredit Perbankan Mulai MenyesuaikanStrategi BTN Wujudkan Program 3 Juta Rumah TerjangkauPenyelidikan Dugaan Korupsi Hibah Lahan Polri, Eks Wakapolri Oegroseno Penuhi Undangan Klarifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap