Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data terbaru mengenai perkembangan sektor pariwisata Indonesia pada Senin, 3 Agustus 2026. Laporan tersebut menyajikan informasi penting terkait arus kunjungan wisatawan mancanegara ke tanah air yang tercatat sepanjang bulan Juni 2026. Secara umum, jumlah kunjungan wisatawan asing pada bulan tersebut menunjukkan pergerakan yang sangat positif, dengan tren peningkatan yang terjadi baik secara bulanan maupun tahunan.
Berdasarkan pemaparan dari Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Juni 2026 mencapai 1,17 juta kunjungan. Angka kunjungan ini mencatatkan kenaikan sebesar 2,05 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Selain mengalami pertumbuhan secara bulanan, kunjungan wisatawan asing ke tanah air pada bulan Juni 2026 tersebut juga tercatat melesat tumbuh sebesar 9,99 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya secara year-on-year (yoy).
Apabila melihat kinerja pariwisata secara kumulatif selama paruh pertama tahun ini, sektor pariwisata Indonesia juga memperlihatkan pertumbuhan yang kuat. Terhitung mulai dari bulan Januari sampai dengan Juni 2026, total kunjungan wisatawan mancanegara ke tanah air sukses mencapai angka 6,43 juta kunjungan. Jumlah akumulasi kunjungan wisman pada semester pertama tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu sebesar 21,20 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang lalu.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Dari total kunjungan yang mencapai 1,17 juta pada Juni 2026 tersebut, wisatawan mancanegara asal Malaysia tercatat sebagai penyumbang kunjungan terbanyak ke Indonesia. Jumlah kunjungan wisman dari Malaysia mencapai 190,8 ribu kunjungan, yang merepresentasikan kontribusi sebesar 16,30 persen dari total kunjungan. Di posisi kedua, wisatawan asal Australia menyusul dengan memberikan kontribusi sebesar 13,42 persen, yang setara dengan total 157,1 ribu kunjungan ke wilayah Indonesia.
Selain Malaysia dan Australia, kedatangan wisatawan asing asal Singapura dan Tiongkok juga memberikan andil yang cukup besar terhadap statistik pariwisata nasional. Wisatawan mancanegara dari Singapura tercatat melakukan sebanyak 123,7 ribu kunjungan, atau menyumbang sekitar 10,57 persen terhadap total kunjungan wisman pada periode Juni 2026. Sementara itu, kunjungan wisatawan yang berasal dari Tiongkok mengikuti di posisi berikutnya dengan kontribusi sebesar 8,36 persen dari total kunjungan keseluruhan.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pihak BPS juga mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menjadi pendorong tingginya kunjungan wisatawan dari negara-negara tetangga ini. Lonjakan kunjungan wisatawan yang berasal dari Malaysia dan Singapura sebagian besar didorong oleh kemudahan aksesibilitas pintu masuk perbatasan serta pemanfaatan jalur transportasi laut regional. Pintu masuk perbatasan dan transportasi laut ini memiliki peran yang sangat penting, khususnya bagi kunjungan wisatawan asing ke wilayah Kepulauan Riau dan Bali.
Di sisi lain, pola perjalanan yang cukup berbeda ditunjukkan oleh para wisatawan mancanegara yang datang dari Australia. Kunjungan wisatawan dari Australia ke Indonesia masih sangat didominasi oleh pergerakan melalui jalur udara untuk menuju destinasi wisata utama. Para pelancong asal Australia tersebut sebagian besar melakukan perjalanan udara langsung menuju destinasi favorit utama mereka di Indonesia, yaitu Bali, melalui pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.






