Perbankan digital sering kali diidentikkan dengan efisiensi layar gawai dan kecepatan transaksi tanpa tatap muka. Namun, PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mencoba mendobrak sekat virtual tersebut dengan menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat. Melalui peluncuran gerakan Corporate Social Responsibility (CSR) terpadu bernama Kromovement, lembaga keuangan ini berkomitmen untuk menggeser paradigma tanggung jawab sosial dari sekadar aksi karitatif temporer menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan. Langkah awal ini dimulai dari tempat yang paling mendasar, yakni panti asuhan balita.
Momen peluncuran perdana Kromovement sengaja diselaraskan dengan peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026. Bertempat di Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, Jakarta Timur, kegiatan perdana ini mengusung tema "Berbagi Keceriaan, Menumbuhkan Harapan". Pemilihan lokasi dan waktu ini bukan tanpa alasan. Krom Bank ingin menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa dimulai dengan menjaga kesejahteraan dan tumbuh kembang anak-anak sejak usia dini, demi menyongsong visi besar Indonesia Emas.
Presiden Direktur Krom Bank Indonesia, Anton Hermawan, menjelaskan bahwa Kromovement dirancang sebagai wadah kolektif yang melibatkan seluruh elemen internal perusahaan. Menurutnya, pertumbuhan bisnis perbankan tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab moral terhadap lingkungan sosial sekitar. Anton meyakini bahwa keberhasilan finansial sebuah korporasi baru akan bermakna penuh ketika mampu berjalan beriringan dengan kontribusi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas dalam jangka panjang.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Agar program ini tidak berjalan tanpa arah, Krom Bank telah merumuskan empat pilar utama sebagai panduan gerakan Kromovement ke depan. Pilar pertama berfokus pada sektor pendidikan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar serta menggali potensi terpendam generasi muda. Pilar kedua menyasar pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan memberikan perhatian khusus pada pengembangan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih berdaya saing.
Sementara itu, pilar ketiga berpusat pada kelestarian lingkungan dan isu sosial guna mendorong pembangunan yang ramah ekologi dan berkelanjutan. Pilar keempat didedikasikan untuk sektor kesehatan, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perluasan akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Melalui pemetaan yang sistematis ini, Krom Bank berharap setiap bantuan yang disalurkan dapat memberikan dampak yang presisi dan tepat sasaran.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Ke depannya, Kromovement akan terus digulirkan secara konsisten dengan merangkul berbagai pihak eksternal, mulai dari komunitas lokal, mitra bisnis, hingga pemangku kepentingan lainnya. Anton Hermawan menegaskan bahwa inovasi yang diusung oleh Krom Bank tidak hanya terbatas pada pengembangan teknologi layanan perbankan digital saja. Lebih dari itu, inovasi juga harus diimplementasikan dalam penciptaan nilai sosial yang mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi generasi hari ini maupun generasi yang akan datang.






