Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi penindakan di daerah. Kali ini, lembaga antirasuah tersebut menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dalam operasi senyap tersebut, petugas KPK mengamankan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Kabar mengenai penangkapan kepala daerah ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak internal komisi antirasuah. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa sosok yang diamankan dalam kegiatan OTT tersebut adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Konfirmasi tersebut disampaikan Fitroh pada Rabu (29/7).
Meskipun demikian, pihak komisi antirasuah masih menutup rapat informasi mendalam mengenai detail penangkapan ini. KPK belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai barang bukti apa saja yang turut disita petugas di lapangan selama jalannya operasi. Selain itu, konstruksi perkara yang menjerat sang bupati beserta pihak-pihak lain yang diduga terlibat juga belum dirinci secara resmi.
Kejaksaan Agung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon

Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, lembaga penegak hukum tersebut memiliki batas waktu maksimal 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal. Waktu ini akan digunakan penyidik untuk menentukan status hukum selanjutnya dari para pihak yang telah diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Di sisi lain, situasi di lingkungan pemerintah daerah setempat terpantau masih menunggu perkembangan informasi lebih lanjut. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang belum mengeluarkan pernyataan resmi atau memberikan keterangan terkait operasi tangkap tangan yang menjerat pimpinan daerah mereka.
Sebagai informasi latar belakang, Anom Widiyantoro merupakan pejabat yang memimpin Kabupaten Pemalang sejak tahun 2025. Dalam kontestasi pemilihan kepala daerah sebelumnya, Anom maju berpasangan dengan Nurkholes. Langkah politik pasangan ini disokong oleh koalisi enam partai politik, di antaranya adalah Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Gelora, PSI, dan Perindo.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Sebelum memutuskan terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi bupati, Anom dikenal memiliki rekam jejak profesional di sektor korporasi. Ia sempat meniti karier di sejumlah perusahaan, termasuk di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu jabatan strategis yang pernah diembannya adalah sebagai direktur di PT Wijaya Karya Realty.
Dari sisi akademis, Anom menempuh pendidikan tinggi di beberapa universitas negeri terkemuka. Ia menyelesaikan studi strata satu (S1) di jurusan Manajemen Keuangan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua (S2) dan meraih gelar Magister Ekonomi & Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad).






