apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

KOSPI Anjlok Lebih dari 10 Persen, Bursa Korea Selatan Hentikan Sementara Perdagangan

Parlin SinagaDiterbitkan 29 Jul 2026 - 14.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
KOSPI Anjlok Lebih dari 10 Persen, Bursa Korea Selatan Hentikan Sementara Perdagangan
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pasar saham Korea Selatan mengalami guncangan hebat pada perdagangan hari Selasa (28/7). Indeks KOSPI mencatatkan penurunan tajam sebesar 10,84 persen atau merosot sebanyak 732,09 poin, hingga ditutup pada level 6.023,66. Kejatuhan yang sangat signifikan ini memicu kepanikan di kalangan pelaku pasar dan memaksa otoritas bursa setempat untuk mengambil langkah darurat demi menjaga stabilitas perdagangan yang terus tertekan sepanjang hari.

Lembaga pengawas bursa Korea Exchange (KRX) memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas perdagangan (trading halt) di pasar KOSPI dan KOSDAQ selama 20 menit. Langkah intervensi ini diambil setelah indeks mengalami tekanan jual yang luar biasa dalam waktu singkat. Sepanjang tahun ini, tingkat volatilitas pasar modal

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
di Korea Selatan memang tergolong sangat tinggi dan tidak biasa. Tercatat, delapan dari total 14 kali kejadian penghentian sementara perdagangan (circuit breaker) yang terekam sejak tahun 2000, justru terjadi pada tahun ini. Selain itu, nilai transaksi pada tengah hari terpantau merosot sangat dalam hingga lebih dari 30 persen di bawah rata-rata transaksi harian selama 30 hari terakhir.

Pemicu utama dari kemerosotan tajam ini berasal dari sektor teknologi, khususnya saham-saham di industri semikonduktor yang selama ini menjadi motor penggerak utama indeks. Dua raksasa teknologi asal Negeri Ginseng, yaitu Samsung Electronics dan SK Hynix, memimpin kejatuhan pasar dengan penurunan harga saham masing-masing hingga lebih dari 13 persen. Pelemahan sektor ini dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor global dan domestik, mulai dari sentimen negatif pasar global terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI), aksi pemangkasan leverage (deleveraging) oleh para investor, hingga kekhawatiran yang kian meningkat terkait ketatnya persaingan industri semikonduktor dari produsen asal China.

Baca Juga

Investor Catat! BNI (BBNI) Siapkan Rp627 Miliar untuk Aksi Buyback Saham Kedua

Investor Catat! BNI (BBNI) Siapkan Rp627 Miliar untuk Aksi Buyback Saham Kedua

Dari sisi arus modal, aksi jual masif ini didominasi oleh pergerakan investor asing. Para pelaku pasar luar negeri tersebut membukukan penjualan bersih (net sales) yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 4,5 triliun won, atau setara dengan kurang lebih USD 3 miliar. Di tengah kepanikan dan aksi lepas portofolio oleh pemodal asing tersebut, kelompok investor ritel domestik justru mengambil langkah yang bertolak belakang dengan melakukan pembelian bersih secara aktif demi memanfaatkan momentum penurunan harga saham.

Kondisi terpuruk yang terjadi saat ini sangat kontras jika dibandingkan dengan performa indeks KOSPI beberapa waktu sebelumnya. Sebelum mengalami koreksi tajam ini, KOSPI sempat dinobatkan sebagai indeks saham dengan kinerja terbaik di dunia setelah mencatatkan lonjakan nilai yang luar biasa, yakni melampaui 100 persen sepanjang tahun berjalan. Namun, dengan kejatuhan terbaru pada hari Selasa tersebut, posisi indeks KOSPI saat ini tercatat telah terkoreksi lebih dari 30 persen jika dihitung dari titik puncaknya yang dicapai sekitar sebulan lalu.

Baca Juga

Rupiah Lanjut Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS di Tengah Masa Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia

Rupiah Lanjut Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS di Tengah Masa Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia

Sementara bursa Korea Selatan menghadapi tekanan jual yang luar biasa ekstrem, pergerakan pasar modal di Indonesia cenderung jauh lebih tenang dan stabil. Pada waktu yang bersamaan dengan anjloknya KOSPI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia hanya mengalami pelemahan tipis sekitar 0,4 persen. IHSG ditutup melemah terbatas pada level 6.161,11, menunjukkan daya tahan pasar domestik yang relatif lebih kuat di tengah guncangan hebat yang melanda pasar keuangan Asia Timur tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pasar modalIHSGKOSPIBursa Korea SelatanSaham Semikonduktor

Berita Terbaru Lainnya

Waspada Modus Penipuan "Like & Share" Snapboost, Satgas Pasti Blokir Akses dan Hentikan OperasionalnyaInvestor Catat! BNI (BBNI) Siapkan Rp627 Miliar untuk Aksi Buyback Saham KeduaRupiah Lanjut Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS di Tengah Masa Transisi Kepemimpinan Bank IndonesiaBNI Berencana Lakukan Buyback Saham Kedua Tahun Ini dengan Anggaran Maksimal Rp627 MiliarEkonom Apresiasi Langkah Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga AcuanJadwal PKKMB dan Ospek 2026 di UI, UGM, UNAIR, UNS, dan UNPBupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Berikut Profil dan Rekam JejaknyaPolda Metro Jaya Bongkar Sindikat Propaganda Digital Terorganisasi, Delapan Tersangka Ditangkap

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap