apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Konektivitas Langsung Jadi Kunci Penguatan Kerja Sama Indonesia-India

Domu TobingDiterbitkan 4 Agu 2026 - 14.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Konektivitas Langsung Jadi Kunci Penguatan Kerja Sama Indonesia-India
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Upaya untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan India kini terus didorong, salah satunya melalui penyediaan jalur transportasi udara yang lebih efisien dan cepat. Hubungan ekonomi serta sosial antara kedua negara dinilai akan menjadi jauh lebih kuat jika didukung oleh infrastruktur konektivitas yang memadai. Jalur penerbangan langsung dipandang sebagai solusi utama untuk memangkas hambatan logistik serta mempermudah mobilitas masyarakat dari kedua belah pihak, sehingga dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Dalam sebuah diskusi mengenai peluang pengembangan infrastruktur penerbangan yang berlangsung di Visakhapatnam, India, pentingnya rute penerbangan langsung menjadi poin krusial yang dibahas. Business Chairman International Airports & Energy GMR Group, Srinivas Bommidala, menyatakan secara terbuka kepada Media Indonesia bahwa konektivitas langsung harus menjadi prioritas utama guna memperkokoh hubungan antara kedua negara. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk memastikan potensi kerja sama antara kedua negara dapat terwujud secara maksimal tanpa hambatan transportasi.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Ketertarikan GMR Group terhadap pasar Indonesia sendiri terus memperlihatkan tren yang positif. Setelah terlibat aktif dalam pengelolaan Bandara Kualanamu di Sumatra Utara, GMR Airports kini tengah melirik proyek-proyek bandara lainnya di wilayah Indonesia. Langkah ekspansi ini menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan asal India tersebut dalam memperkuat kehadirannya di sektor transportasi udara nasional Indonesia serta mendukung pengembangan infrastruktur udara di tanah air.

Baca Juga

Menakar Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Sepanjang Paruh Pertama 2026

Menakar Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Sepanjang Paruh Pertama 2026

Di India, pembangunan infrastruktur udara baru juga terus dikebut untuk menopang rencana konektivitas internasional ini. Salah satu proyek mercusuar yang sedang berjalan adalah pembangunan Bandara Bhogapuram, yang secara resmi dikenal dengan nama Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju. Terletak secara strategis di Bhogapuram, Distrik Vizianagaram, proyek infrastruktur udara ini telah diresmikan secara langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas penerbangan negara tersebut.

Pembangunan Bandara Bhogapuram ini dipercayakan kepada GMR Visakhapatnam International Airport Limited. Proyek ini digarap melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Bandara ini dijadwalkan mulai beroperasi secara resmi pada tanggal 17 Agustus 2026 mendatang. Pada fase awal operasionalnya, Bandara Bhogapuram ditargetkan mampu melayani kapasitas hingga enam juta penumpang per tahun. Selanjutnya, kapasitas bandara ini akan ditingkatkan secara bertahap untuk mengakomodasi lebih dari 40 juta penumpang per tahun.

Baca Juga

LPS Catat Pertumbuhan Simpanan Nasabah di Seluruh Kelompok Nominal hingga Juni 2026

LPS Catat Pertumbuhan Simpanan Nasabah di Seluruh Kelompok Nominal hingga Juni 2026

Pihak pengelola tidak hanya melihat Indonesia sebagai satu-satunya pasar potensial di kawasan Asia Tenggara. Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Airports, SGK Kishore, menjelaskan bahwa selain Indonesia, GMR Airports juga membidik Vietnam dan Filipina sebagai destinasi potensial di Asia Tenggara untuk jaringan penerbangan dari Bandara Bhogapuram. Hal ini menunjukkan bahwa koridor Asia Tenggara menjadi fokus ekspansi strategis bagi bandara baru tersebut dalam memperluas jangkauan internasionalnya.

Di samping upaya peningkatan konektivitas dengan India di Asia Selatan, Indonesia juga tengah bersiap menyambut babak baru dalam hubungan dagang global. Perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa ditargetkan dapat mulai bergulir pada tahun depan. Sinergi antara pembukaan pasar baru dengan Uni Eropa serta peningkatan konektivitas fisik melalui proyek bandara dengan India diharapkan mampu mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia secara signifikan di kancah internasional.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GMR AirportsKonektivitas UdaraKerja Sama Indonesia IndiaBandara Bhogapuram

Berita Terbaru Lainnya

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Dua Kali pada 4 Agustus 2026, PVMBG Laporkan Aktivitas Masih BerlangsungMenakar Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Sepanjang Paruh Pertama 2026LPS Catat Pertumbuhan Simpanan Nasabah di Seluruh Kelompok Nominal hingga Juni 2026Bahlil Tantang Greenpeace Buktikan Klaim Tiga Izin Tambang Baru di Raja AmpatFulham Resmi Rekrut Gonzalo Garcia dari Real MadridSetelah Kualanamu, GMR Airports Lirik Proyek Bandara Lain di IndonesiaKasus Perempuan Tewas dengan Senjata Api Polisi di Medan, Hasil Labfor Nyatakan Bunuh DiriJadi Buron Internasional, Polri Buru Syekh Ahmad Al Misry ke Mesir

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap