apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Kisah Gerakan Cinta Rupiah yang Gagal Menyelamatkan Ekonomi dari Badai Moneter

Togar PanjaitanDiterbitkan 27 Jul 2026 - 07.05 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Gerakan Cinta Rupiah yang Gagal Menyelamatkan Ekonomi dari Badai Moneter
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Sejarah mencatat bahwa krisis moneter 1998 merupakan salah satu titik terendah dalam perekonomian Indonesia. Dipicu oleh ambruknya mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997, nilai tukar rupiah yang semula stabil di kisaran Rp2.000 per dolar Amerika Serikat (AS) terjun bebas hingga menembus angka Rp10.000 hingga Rp12.000, bahkan sempat menyentuh Rp18.000. Di tengah kepanikan finansial tersebut, lahir sebuah gerakan bernada patriotik yang diinisiasi oleh keluarga Istana untuk meredam gejolak pasar melalui pendekatan moral.

Pada Januari 1998, Siti Hardijanti Rukmana atau yang lebih dikenal sebagai Mbak Tutut, putri sulung Presiden Soeharto, mengumumkan peluncuran Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Kampanye ini bertujuan mengetuk hati masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas, untuk melepas simpanan dolar AS mereka dan menukarnya dengan mata uang nasional. Sebagai pionir, Tutut memberikan contoh langsung dengan melego US$50.000 milik pribadinya. Tidak berhenti di situ, ia kemudian menyumbangkan 2 kilogram emas pribadinya kepada pemerintah sebagai bentuk komitmen nyata demi menyelamatkan mata uang Garuda.

Langkah putri presiden ini segera memicu efek domino di kalangan pejabat negara dan militer. Sejumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berbondong-bondong mendatangi bank untuk menukarkan valuta asing mereka. Salah satu figur yang terlibat adalah Susilo Bambang Yudhoyono, yang kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Ad Hoc MPR dari Fraksi ABRI, dengan menukarkan dana sebesar US$1.300. Gerakan ini juga diikuti oleh Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad serta Gubernur Bank Indonesia Soedradjad Djiwandono. Aksi kolektif para pejabat di Gedung Bank Indonesia tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar US$650.000.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Dukungan tidak kalah besar datang dari kalangan konglomerat nasional yang ingin menunjukkan solidaritas mereka. Pengusaha papan atas seperti Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing melepas US$100.000, menjadikannya donasi perorangan terbesar dalam gerakan tersebut. Menyusul di belakang mereka, pengusaha perhotelan Sukamdani Sahid Gitosardjono menyerahkan US$50.100 sekaligus merelakan 1 kilogram emas miliknya untuk dikelola pemerintah. Gelombang penukaran ini sempat memberikan angin segar dan harapan bahwa krisis bisa diatasi dengan kekuatan kebersamaan.

Namun, realitas ekonomi makro tidak bisa diselesaikan hanya dengan sentimen emosional dan gerakan moral. Hanya dalam hitungan minggu, kritik tajam mulai bermunculan dari berbagai pengamat dan pelaku usaha. Pengusaha Fahmi Idris secara terbuka menyatakan bahwa gerakan tersebut tidak akan mampu menyelesaikan masalah mendasar ekonomi nasional. Total dana yang terkumpul dari gerakan ini diperkirakan tidak mencapai US$5 juta, angka yang sangat tidak berarti dibandingkan dengan kebutuhan miliaran dolar AS untuk menstabilkan pasar keuangan yang sedang bergejolak hebat.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Prediksi para kritikus akhirnya terbukti benar. Gerakan Cinta Rupiah gagal menahan laju depresiasi mata uang nasional yang terus merosot tajam pada bulan-bulan berikutnya. Kegagalan stabilitas ekonomi ini memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok yang tak terkendali, memicu kemarahan publik. Puncaknya, pada Mei 1998, krisis finansial bermutasi menjadi krisis sosial-politik hebat yang melahirkan kerusuhan massal di berbagai kota besar, dan memaksa Presiden Soeharto meletakkan jabatannya pada 21 Mei 1998 setelah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Krisis Moneter 1998RupiahTutut SoehartoSejarah EkonomiGerakan Cinta Rupiah

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap