apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Gaya Hidup

Ketika Kamera Tajam Justru Mengantar Kulit Asli ke Puncak Tren

Nyaring AranDiterbitkan 26 Jul 2026 - 02.41 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketika Kamera Tajam Justru Mengantar Kulit Asli ke Puncak Tren
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Lelah menjadi bayangan sempurna yang tidak pernah ada—itulah yang mendorong anak muda melepas topeng digital mereka. Linimasa yang dulu dipenuhi wajah mulus bak porselen kini diramaikan oleh konten yang justru memamerkan pori-pori, bekas jerawat, dan tekstur kulit alami. Gerakan yang belakangan disebut skin care \"no filter\" ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan koreksi atas standar kecantikan yang selama bertahun-tahun dibentuk oleh filter dan suntingan gambar.

Ironisnya, teknologi yang dahulu melahirkan ilusi itu kini menjadi pendorong utama pergeseran ini. Kamera ponsel dengan resolusi tinggi menangkap setiap lapisan kulit dengan detail yang sulit disembunyikan. Alih-alih berperang melawan ketajaman itu, para kreator konten justru memilih merekam diri dalam pencahayaan alami dan tanpa polesan. Respons warganet pun positif: konten terasa lebih jujur, lebih dekat dengan keseharian. Kesadaran baru pun mengemuka—layar-layar itu sejatinya tidak pernah menampilkan kulit yang nyata.

Baca Juga

KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Cara merias wajah turut berubah haluan. Generasi Z meninggalkan fondasi tebal dan hasil akhir tanpa cela yang lekat dengan generasi milenial. Mereka beralih ke riasan berbasis perawatan kulit: produk bertekstur krim atau cair dengan kilau alami, perona pipi yang mencolok, dan formula multifungsi yang mempersingkat waktu. Kulit dibiarkan bernapas, sedikit “berantakan” namun disengaja. Inilah yang disebut sebagai pemberontakan lunak—melawan pakem kecantikan lama dengan cara yang santai, tanpa perlu berteriak.

Perubahan paling mendasar justru terjadi di ranah perawatan kulit. Publik semakin kritis terhadap gagasan kulit tanpa cela yang sejatinya mustahil dipenuhi oleh biologi manusia mana pun. Fokus pun bergeser: bukan lagi mengejar ilusi mulus instan, melainkan membangun benteng kulit yang sehat, terhidrasi, dan konsisten dari waktu ke waktu. Tekstur, warna tidak merata, dan pori-pori bukan lagi musuh, melainkan bagian dari kondisi normal yang wajar dimiliki setiap orang.

Baca Juga

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Bagi industri kecantikan, pergeseran ini menuntut lebih dari sekadar membuat produk baru. Generasi Z memilih merek yang berani menampilkan kulit asli, foto tanpa filter, serta representasi ragam warna kulit, bentuk tubuh, dan identitas. Konten yang jujur tentang proses breakout, purging, atau hasil yang butuh waktu justru lebih dipercaya ketimbang foto sebelum-dan-sesudah yang terlalu licin. Pada akhirnya, tren no filter bukan cuma soal estetika, melainkan juga tentang kesehatan mental—memberi ruang bagi setiap orang untuk merasa cukup tanpa harus menyunting diri lebih dulu.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatan mentaltren kecantikanGen Zskin careno filtermedia sosial

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap