apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Keterlambatan Proyek Menjadi Tantangan Utama Investasi Hulu Migas Indonesia

Parlin SinagaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 04.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Keterlambatan Proyek Menjadi Tantangan Utama Investasi Hulu Migas Indonesia
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat rantai pasok industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional. Langkah penguatan ini menjadi salah satu fokus utama yang disorot dalam gelaran Supplier Relationship Management (SRM) Forum 2026. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa terdapat kontrak baru yang berhasil menambah investasi di sektor hulu migas. Investasi tambahan ini masuk melalui komitmen pasti yang nilainya mencapai US$ 2,25 juta.

Meskipun investasi baru terus didorong, industri hulu migas di Indonesia masih dibayangi oleh ancaman klasik berupa keterlambatan pelaksanaan proyek (project delay). Praktisi migas Benny Lubiantara mengungkapkan bahwa hambatan ini justru menjadi faktor paling menentukan yang dapat menggerus nilai investasi. Selain merugikan dari sisi finansial, penundaan proyek secara langsung menghambat pencapaian target produksi migas nasional. Menurut perhitungan Benny, penundaan proyek selama satu tahun saja sudah cukup untuk memangkas tingkat pengembalian modal atau Internal Rate of Return (IRR) secara signifikan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Tantangan ini kian berat mengingat karakteristik industri hulu migas yang merupakan bisnis berisiko tinggi. Sektor ini membutuhkan modal investasi yang sangat besar dengan masa pengembalian yang memakan waktu panjang. Para pelaku usaha tidak hanya dihadapkan pada risiko geologi seperti potensi sumur kering (dry hole) serta fluktuasi harga minyak dan gas dunia. Mereka juga harus mengantisipasi hambatan nonteknis atau risiko di atas permukaan (above the ground risk). Risiko nonteknis ini meliputi rumitnya proses perizinan, dinamika regulasi, hingga proses mendapatkan persetujuan dari berbagai pemangku kepentingan terkait. Kondisi ini diperumit oleh karakter sebagian besar lapangan migas di Indonesia yang saat ini telah memasuki fase lapangan tua (mature fields).

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan Konfluensi

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan Konfluensi

Untuk menyiasati berbagai risiko investasi tersebut, pemerintah sejak tahun 2021 telah memberikan fleksibilitas bagi para kontraktor kontrak kerja sama untuk memilih skema kontrak yang akan digunakan. Kontraktor dibebaskan memilih antara skema Gross Split atau Cost Recovery. Kedua skema ini memiliki perbedaan mendasar dalam pembagian hasil. Pada skema Cost Recovery, pembagian hasil produksi dilakukan berdasarkan keuntungan (profit) setelah dikurangi biaya operasi. Sementara itu, pada skema Gross Split, pembagian hasil didasarkan pada pendapatan kotor (revenue). Skema Gross Split ini membawa konsekuensi risiko yang lebih besar bagi investor karena seluruh efisiensi maupun potensi pembengkakan biaya proyek sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.

Sejumlah wilayah kerja di Indonesia saat ini tercatat menerapkan skema Gross Split. Salah satunya adalah wilayah kerja Offshore North-West Java (ONWJ) yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi. Selain itu, skema ini juga digunakan di wilayah kerja Andaman II, East Ganal, Merak Lampung, Pekawai, West Yamdena, Citarum, East Seram, dan Southeast Jambi. Pemerintah juga menerapkan Gross Split pada beberapa wilayah kerja hasil terminasi kontrak, seperti North Sumatra Offshore (NSO), Ogan Komering, SouthEast Sumatra, Tuban, Sanga-Sanga, East Kalimantan & Attaka, Jambi Merang, Raja/Pendopo, Bula, Seram Non-Bula, Malacca Strait, Brantas, Salawati, Kepala Burung, hingga Blok Rokan. Di sisi lain, terdapat pula wilayah kerja Andaman I dan South Andaman yang dioperatori oleh Mubadala Energy. Secara akumulatif, total potensi cadangan sumber daya di klaster wilayah kerja tersebut diperkirakan menembus angka 10 juta barel minyak.

Baca Juga

Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Tawarkan Diskon hingga 50% + 20%

Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Tawarkan Diskon hingga 50% + 20%

Di tengah upaya optimalisasi sektor energi ini, kondisi ketenagakerjaan nasional secara umum masih menghadapi tantangan tersendiri. Data menunjukkan bahwa pekerja di sektor informal yang rentan masih mendominasi struktur tenaga kerja dengan persentase mencapai 59,30%. Oleh karena itu, kelancaran proyek-proyek strategis di sektor hulu migas diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Meski demikian, realisasi target produksi dan investasi di sektor ini tetap bergantung pada kemampuan para pemangku kepentingan dalam mengatasi hambatan birokrasi serta ketidakpastian kondisi geologi di lapangan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

investasi migas

Berita Terbaru Lainnya

Mensos Targetkan 150 Ribu Anak Ikuti Sekolah Rakyat pada 2027Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, BMKG Waspadai Potensi Hujan Akibat Konvergensi dan KonfluensiIndonesia Takluk 0-3 dari Thailand di Leg 2 SEA V-Cup 2026Hasil Sprint Race MotoGP Inggris 2026, Jorge Martin Juara di SilverstoneHasil Semifinal Games of the Future MLBB 2026, ONIC dan Bigetron Lolos ke Grand FinalTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Tawarkan Diskon hingga 50% + 20%Danantara Perluas Akses Kepemilikan Rumah Pertama Lewat Danantara Housing Expo 2026Transaksi QRIS Capai Rp600,69 Triliun hingga Juni 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026