Kepadatan penumpang di dalam gerbong Commuter Line Jabodetabek masih menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat di kawasan metropolitan. Berdasarkan data operasional terbaru, rata-rata volume pengguna layanan kereta komuter ini pada hari kerja, yakni dari Senin hingga Jumat, mencapai sekitar 1,05 juta perjalanan per hari. Tingginya angka harian ini mencerminkan ketergantungan besar masyarakat pekerja di Jakarta dan kota-kota penyangganya terhadap moda transportasi massal berbasis rel tersebut.
Sepanjang paruh pertama tahun ini, tepatnya pada periode Januari hingga Juni 2026, Commuter Line Jabodetabek secara keseluruhan telah melayani sebanyak 178.001.308 perjalanan. Dari akumulasi data Semester I 2026 tersebut, porsi terbesar pergerakan penumpang memang terpusat pada hari kerja. Tercatat sekitar 135,7 juta perjalanan terjadi pada hari Senin sampai Jumat, yang merepresentasikan sekitar 76,2 persen dari seluruh total perjalanan KRL selama enam bulan pertama di tahun ini.
Pola pergerakan penumpang menunjukkan perbedaan yang sangat kontras antara hari kerja dan akhir pekan. Rata-rata perjalanan pada hari Sabtu dan Minggu tercatat hanya berkisar di angka 813,6 ribu perjalanan per hari. Dengan demikian, kepadatan penumpang pada hari kerja tercatat 29,3 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata volume pengguna di akhir pekan. Selisih yang signifikan ini menegaskan bahwa mobilitas kaum pekerja pada jam sibuk pagi dan sore hari tetap menjadi penyumbang utama kepadatan di dalam kereta komuter.
KCIC Ingatkan Bahaya Bermain Layang-Layang di Sekitar Jalur Kereta Cepat Whoosh

Jika ditarik ke belakang, tren peningkatan volume pengguna Commuter Line Jabodetabek menunjukkan kurva pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, KRL mencatatkan total 168 juta perjalanan. Angka ini kemudian melonjak cukup signifikan menjadi 252 juta perjalanan pada tahun 2022. Tren kenaikan berlanjut pada tahun 2023 dengan capaian 331 juta perjalanan. Meskipun sempat mengalami sedikit penurunan tipis menjadi 328,2 juta perjalanan pada tahun 2024, volume pengguna kembali melonjak hingga menyentuh angka 349,3 juta perjalanan sepanjang tahun 2025.
Untuk mengimbangi lonjakan penumpang yang terus meningkat dari tahun ke tahun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pengembangan infrastruktur dan kapasitas layanan. Berdasarkan keterangan dari Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, perusahaan mengelola perluasan jaringan stasiun secara bertahap. Jumlah stasiun aktif Commuter Line Jabodetabek kini bertambah dari yang sebelumnya hanya 71 stasiun pada tahun 2015 menjadi 85 stasiun pada tahun 2026. Dua stasiun teranyar yang mulai diperkenalkan pada tahun 2026 adalah Stasiun Jatake dan Stasiun Jakarta International Stadium.
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Capai 97,99 Persen

Selain penambahan stasiun, kapasitas angkut juga ditingkatkan melalui penambahan jadwal perjalanan harian. Jumlah perjalanan KRL tumbuh sekitar 21 persen, dari yang sebelumnya 881 perjalanan per hari pada tahun 2015 menjadi 1.063 perjalanan per hari pada tahun 2025. Langkah ini diambil guna mengurai penumpukan penumpang di stasiun-stasiun utama pada jam sibuk.
Adapun jika ditinjau berdasarkan rute perjalanannya, lintas Bogor masih kokoh sebagai jalur paling sibuk sepanjang tahun 2025 dengan melayani sekitar 155 juta perjalanan. Jalur terpadat berikutnya adalah lintas Cikarang yang mencatatkan 85,9 juta perjalanan, disusul erat oleh lintas Rangkasbitung dengan kontribusi sebanyak 77,6 juta perjalanan. Sementara itu, lintas Tangerang melayani sekitar 27,3 juta perjalanan, dan lintas Tanjung Priok mencatat volume terendah dengan melayani sekitar 3,5 juta perjalanan sepanjang tahun 2025.






