apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/National

Kemunculan Serentak Dua Kelompok Cicada di Amerika Serikat, Fenomena Langka Sejak 1803

Togar PanjaitanDiterbitkan 11 Agu 2026 - 06.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemunculan Serentak Dua Kelompok Cicada di Amerika Serikat, Fenomena Langka Sejak 1803
Foto/Ilustrasi: voaindonesia.com.
A-A+

Musim semi tahun ini menandai peristiwa alam yang sangat langka di Amerika Serikat dengan dimulainya fenomena cicada brood 2024. Dua kelompok besar serangga berkala, yaitu Brood XIX yang memiliki siklus hidup 13 tahun dan Brood XIII dengan siklus hidup 17 tahun, muncul ke permukaan secara bersamaan. Peristiwa ganda ini terakhir kali terjadi pada musim semi tahun 1803, masa ketika Thomas Jefferson masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Kini, triliunan serangga bermata merah tersebut kembali memenuhi wilayah pemukiman hingga hutan di berbagai negara bagian.

Siklus hidup serangga ini sebagian besar dihabiskan di dalam tanah untuk mengisap cairan dari akar rumput dan pepohonan. Ketika suhu tanah mencapai sekitar 64 derajat Fahrenheit atau 17 derajat Celsius, mereka akan mulai keluar dari sarangnya. Proses kemunculan ini biasanya terjadi saat senja. Setelah merayap naik ke pepohonan, cicada akan melepaskan kulit kepompongnya dan bertransformasi menjadi serangga dewasa dengan mata merah menyala. Diperkirakan, satu acre lahan dapat dipenuhi oleh lebih dari 1 juta cicada dengan bobot total mencapai sekitar 2.700 pon.

Waktu kemunculan serangga ini bervariasi tergantung pada wilayah geografis dan suhu udara setempat. Di negara bagian selatan seperti Alabama, cicada umumnya mulai terlihat pada bulan April atau awal Mei. Sementara itu, di wilayah yang lebih dingin seperti Illinois, serangga ini baru akan muncul belakangan pada musim semi. Fenomena musiman ini diperkirakan berlangsung selama kurang lebih empat minggu. Paula Shrewsbury, seorang profesor di Departemen Entomologi Universitas Maryland, bersama para pakar lainnya menegaskan bahwa cicada sama sekali tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan, maupun kelestarian alam secara umum.

Baca Juga

Badai Salju Melanda Wilayah AS, Peringatan Cuaca Buruk Diterbitkan

Badai Salju Melanda Wilayah AS, Peringatan Cuaca Buruk Diterbitkan

Meskipun tidak berbahaya, kehadiran triliunan serangga ini memicu pengamatan mendalam di kalangan ilmuwan mengenai dampaknya terhadap rantai makanan lokal. Di satu sisi, ledakan populasi cicada menjadi berkah bagi predator. Penelitian yang dilakukan oleh ahli burung dari Universitas Cornell, Walt Koenig, menunjukkan adanya hubungan antara kemunculan cicada dengan lonjakan populasi beberapa spesies burung, seperti burung pelatuk berkepala merah (red-headed woodpecker) dan burung grackle biasa (common grackle).

Namun, melimpahnya pasokan makanan ini juga menimbulkan efek domino yang tidak terduga pada ekosistem hutan. Zoe Getman-Pickering, seorang ekolog dari Universitas Massachusetts Amherst, mencatat perubahan perilaku burung pemangsa saat kemunculan Brood X pada Mei 2021. Karena burung-burung beralih memburu cicada, serangan terhadap ulat tiruan dari tanah liat di hutan Maryland menurun drastis dari sekitar 30 persen menjadi di bawah 10 persen. Akibatnya, populasi ulat riil di hutan yang diteliti melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan dengan dua tahun berikutnya.

Baca Juga

Perkembangan Sidang Kasus Uang Penutup Mulut Donald Trump, Jaksa Selesaikan Pembuktian

Perkembangan Sidang Kasus Uang Penutup Mulut Donald Trump, Jaksa Selesaikan Pembuktian

Dampak negatifnya kemudian dirasakan oleh vegetasi setempat. Populasi ulat yang tidak terkendali menyebabkan kerusakan daun pohon ek (oak) melonjak tajam pada musim panas 2021. Selain itu, Walt Koenig menemukan bahwa pohon ek menghasilkan lebih sedikit biji pohon ek (acorn) selama tahun kemunculan cicada dan satu tahun setelahnya. Kompleksitas hubungan timbal balik ini terus dipelajari oleh para peneliti seperti Louie Yang dari Universitas California Davis, serta Karin Berghardt dan Kelsey McGurrin dari Universitas Maryland, guna memahami bagaimana alam merespons kehadiran cicada brood 2024 yang masif ini.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika SerikatFenomena Alam

Berita Terbaru Lainnya

Polling GIIAS 2026, 14 Persen Pembaca Beli Mobil BaruKemenkeu Minta Pasar Modal Biayai 91 Persen Investasi RI 2027Mahkamah Agung AS Tolak Gugatan Regulasi Pil Aborsi MifepristoneRestrukturisasi Red Lobster dan Alih Fungsi Bekas Gerainya di FloridaBadai Sungai Atmosfer Terjang California, Status Darurat Ditetapkan di Delapan KabupatenOpenAI Meluncurkan Model GPT-5.6-Cyber dan Memperluas Program Keamanan Siber DaybreakBadai Salju Melanda Wilayah AS, Peringatan Cuaca Buruk DiterbitkanPerjalanan Misi Boeing Starliner dan Keputusan NASA Memulangkan Kapsul Tanpa Kru

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap