Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim ekstrem kini menjadi tantangan nyata yang membayangi sektor pertanian nasional. Menghadapi situasi krusial ini, Kementerian Pertanian mengambil langkah taktis dengan menyiapkan puluhan ribu pompa air

Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim ekstrem kini menjadi tantangan nyata yang membayangi sektor pertanian nasional. Menghadapi situasi krusial ini, Kementerian Pertanian mengambil langkah taktis dengan menyiapkan puluhan ribu pompa air
Untuk Tahun Anggaran 2026, kementerian telah mengalokasikan sebanyak 56.000 unit pompa air yang siap disebar ke berbagai sentra produksi padi di seluruh penjuru tanah air. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyaluran pompa ini merupakan solusi tercepat untuk menyelamatkan tanaman padi dari ancaman puso. Dari total alokasi tersebut, sebanyak 11.000 unit pompa dilaporkan telah sampai di tangan para petani, sementara sekitar 20.000 unit lainnya kini sedang dalam proses distribusi berdasarkan usulan dari pemerintah daerah yang wilayahnya mulai terdampak kekeringan namun masih memiliki sumber air permukaan.
Kemenkeu Tawarkan Sukuk Negara Rp10 Triliun dengan Imbal Hasil hingga 6,87 Persen

Dalam keterangannya pada Senin (27/7/2026), Andi Amran Sulaiman memaparkan bahwa pengalaman menghadapi El Nino dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan betapa krusialnya faktor ketersediaan air dalam menentukan keberhasilan panen. Skema pompanisasi dirancang untuk menarik air dari sumber-sumber permukaan seperti sungai, waduk, embung, dan saluran irigasi langsung ke petak-petak sawah yang mulai mengering. Menurutnya, mustahil bagi Indonesia untuk terhindar dari krisis pangan jika langkah taktis pemenuhan kebutuhan air ini tidak segera dieksekusi secara masif di lapangan.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menekankan pentingnya akurasi dan kecepatan dalam menyalurkan bantuan ini agar tepat sasaran. Program penyelamatan sawah ini tidak hanya mengandalkan pompa air, melainkan juga dipadukan dengan modernisasi pertanian melalui pembagian berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Bantuan alsintan seperti traktor roda dua dan empat, alat tanam rice transplanter, hingga mesin pemanen combine harvester terus digelontorkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus meminimalkan risiko kehilangan hasil panen di tengah penurunan curah hujan.
Menakar Kebenaran di Balik Lonjakan Kekayaan Global

Pemerintah juga memastikan bahwa mekanisme penyaluran bantuan ini berjalan secara transparan dan terstruktur. Petani yang membutuhkan bantuan pompa air maupun alsintan dapat mengajukan usulan melalui Petugas Penyuluh Lapangan atau Dinas Pertanian di tingkat kabupaten dan kota. Penerima manfaat yang berhak mendapatkan fasilitas ini mencakup Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Usaha Pelayanan Jasa Alsintan, serta Brigade Pangan yang telah terintegrasi dalam sistem SIMLUHTAN atau e-Banper. Dengan pengelolaan kelompok yang solid, pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Follow apriniageosat.co.id
Add to preferred sources on Google
Nasional
25 Jul 2026

Megapolitan
25 Jul 2026

Pariwisata
26 Jul 2026

Hukum
27 Jul 2026

Metropolitan
27 Jul 2026

Pendidikan
27 Jul 2026