apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Kementan Sebut Butuh Tiga Dekade untuk Hasilkan Tembakau Rendah Nikotin

Andi TobanDiterbitkan 27 Jul 2026 - 14.23 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kementan Sebut Butuh Tiga Dekade untuk Hasilkan Tembakau Rendah Nikotin
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kebijakan pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau kini memicu perdebatan sengit di berbagai sektor. Di balik desakan regulasi kesehatan yang menginginkan perubahan cepat di sisi konsumsi, terdapat realitas agronomis yang sangat kontras di sektor hulu pertanian. Kementerian Pertanian mengingatkan bahwa menciptakan varietas tembakau lokal dengan kadar nikotin rendah bukanlah perkara instan. Para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama kementerian membutuhkan waktu setidaknya 30 tahun untuk melakukan riset mendalam agar menghasilkan benih unggul yang tetap adaptif di lahan tropis Indonesia.

Proses perumusan regulasi ini dinilai kurang melibatkan Kementerian Pertanian secara menyeluruh. Hal tersebut dikarenakan rancangan aturan yang sedang digodok bersandar pada mandat Undang-Undang Kesehatan yang mengatur aspek hilir atau konsumsi, bukan pada regulasi yang mengatur sektor hulu pertanian. Walau ruang keterlibatannya terbatas, Kementerian Pertanian tetap aktif menyuplai data-data komoditas tembakau yang komprehensif agar kebijakan yang dilahirkan nantinya tidak meleset dari fakta di lapangan.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Menurunkan kadar nikotin pada tanaman tembakau melalui metode persilangan tradisional non-GMO menuntut proses seleksi genetik yang sangat panjang. Mengingat setiap generasi tanaman membutuhkan waktu satu musim tanam penuh, peneliti harus melewati puluhan generasi persilangan untuk menstabilkan sifat rendah nikotin tanpa merusak daya tahan tanaman terhadap hama lokal. Karakteristik alamiah tanah vulkanik dan paparan sinar matahari tropis di Indonesia membuat tembakau lokal seperti Kemloko di Temanggung atau Mole di Jawa Barat secara alami memiliki kadar nikotin tinggi, berkisar antara 3 persen hingga 8 persen.

Tanpa adanya masa transisi yang cukup panjang, industri tembakau lokal diproyeksikan akan kolaps sebelum benih hasil riset siap ditanam secara massal. Selain masalah kesiapan benih, dampak ekonomi terhadap petani juga menjadi taruhan besar. Jika regulasi ini memaksa terjadinya penyusutan lahan tembakau, negara memerlukan waktu sekitar 25 hingga 30 tahun untuk mengedukasi dan mengalihkan jutaan petani ke komoditas pengganti yang memiliki nilai ekonomi serupa. Petani tentu akan bersikap pragmatis dan hanya mau menanam varietas baru jika nilai ekonominya setara dengan tembakau konvensional.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Secara ilmiah, menurunkan kadar nikotin hingga di bawah 1 persen untuk mencapai emisi asap rokok di bawah 1 miligram dapat ditempuh melalui tiga jalur utama. Jalur pertama adalah pemuliaan persilangan konvensional dengan mengawinkan varietas lokal unggul dan varietas luar negeri berkadar nikotin rendah. Jalur kedua menggunakan teknologi modern berupa penyuntingan gen CRISPR untuk menonaktifkan enzim pembuat nikotin di bagian akar sebelum dialirkan ke daun. Jalur ketiga adalah modifikasi teknik agronomi, seperti mengurangi pupuk nitrogen dan mengubah sistem pengairan tradisional. Kendati demikian, belum ada jaminan mutlak bahwa varietas baru ini dapat tumbuh seragam di seluruh wilayah Indonesia karena adanya faktor terroir atau kecocokan iklim mikro setempat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

petaniKementerian Pertaniantembakaunikotinregulasi kesehatan

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap