Kekeringan yang melanda Kabupaten Gunungkidul kembali memaksa warga untuk melakukan berbagai upaya demi bertahan hidup. Di Dusun Kemesu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, sejumlah warga terpaksa menjual hewan ternak mereka, khususnya ayam, agar bisa membeli air bersih. Kondisi krisis air akibat kemarau ini dilaporkan telah dirasakan oleh warga setempat sejak bulan April 2026 lalu, tepat ketika musim penghujan berakhir di wilayah tersebut.
Bagi warga Dusun Kemesu, air bersih kini menjadi barang mewah yang harus ditebus dengan harga cukup mahal. Selama ini, warga sebenarnya memiliki tandon penyimpanan air hujan pribadi. Namun, tandon tersebut hanya mampu mencukupi kebutuhan air keluarga selama kurang lebih satu bulan setelah hujan berhenti. Sementara itu, layanan air bersih dari PDAM yang tersedia di tiga titik di dusun tersebut juga sangat terbatas karena aliran airnya hanya mengalir sekali dalam sepekan. Akibatnya, warga tidak memiliki pilihan lain selain membeli air tangki secara mandiri.








