apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Keinginan Menabung Masyarakat Meningkat Namun Kemampuan Menyisihkan Dana Melemah

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 8 Agu 2026 - 20.05 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Keinginan Menabung Masyarakat Meningkat Namun Kemampuan Menyisihkan Dana Melemah
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat adanya fenomena menarik mengenai perilaku keuangan masyarakat pada Juni 2026. Berdasarkan data terbaru, Indeks Menabung Konsumen (IMK) mengalami penguatan sebesar 1,6 poin dibandingkan bulan sebelumnya menjadi berada di level 81,7. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan pada komponen Indeks Kemauan Menabung (IKMM) yang naik cukup signifikan sebesar 3,5 poin hingga menyentuh level 90,2. Meskipun minat untuk menyisihkan dana tergolong tinggi, kemampuan nyata masyarakat untuk menabung justru menunjukkan tren sebaliknya.

Kondisi kontradiktif ini terlihat dari Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) yang mengalami penurunan tipis sebesar 0,4 poin ke level 73,2. Pihak LPS menjelaskan bahwa peningkatan kemauan menabung konsumen ini mencerminkan membaiknya persepsi masyarakat mengenai waktu yang tepat untuk menabung. Langkah ini diambil terutama untuk mengantisipasi kebutuhan persiapan pengeluaran pendidikan yang diperkirakan bakal meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Menanggapi situasi ini, pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran, Arianto Muditomo, menilai bahwa penurunan pada Indeks Kemampuan Menabung mengindikasikan mulai tertekannya daya beli masyarakat. Tekanan ini dirasakan secara nyata oleh kelompok masyarakat kelas bawah akibat lonjakan biaya kebutuhan pokok. Arianto memperingatkan bahwa apabila pendapatan riil masyarakat dan ketersediaan lapangan kerja tidak segera membaik, tingkat konsumsi rumah tangga berisiko mengalami perlambatan secara bertahap. Untuk mengatasi hal ini, ia mendorong pemerintah untuk segera menjalankan kebijakan dua jalur guna memperkuat bantuan tunai serta bantuan pangan yang tepat sasaran.

Baca Juga

Narita Shibori Catat Kenaikan Omzet Hampir Tiga Kali Lipat Bersama Pertamina

Narita Shibori Catat Kenaikan Omzet Hampir Tiga Kali Lipat Bersama Pertamina

Pandangan senada diungkapkan oleh ekonom dari CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet. Menurutnya, data yang dirilis LPS tersebut membuktikan bahwa meskipun keinginan menabung tetap ada, kapasitas masyarakat untuk menyisihkan pendapatan mereka justru melemah. Hal ini terjadi karena sebagian besar penghasilan masyarakat habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak, seperti pangan, pendidikan, transportasi, serta kesehatan. Yusuf menyarankan agar pemerintah memfokuskan kebijakan fiskal pada upaya pemulihan daya beli sekaligus mendorong agar likuiditas kembali mengalir ke sektor riil.

Jika melihat dari rincian pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan hingga Juni 2026, ketimpangan kondisi keuangan juga terlihat cukup jelas. Simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp5 miliar mencatatkan pertumbuhan tahunan tertinggi dibandingkan kelompok lainnya, yaitu mencapai 15,44 persen secara tahunan. Menurut Yusuf Rendy Manilet, dominasi pertumbuhan pada rekening bernilai jumbo ini memperlihatkan adanya konsentrasi likuiditas pada kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan korporasi.

Baca Juga

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2.690.000 per Gram pada Akhir Pekan

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2.690.000 per Gram pada Akhir Pekan

Sementara itu, simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta yang mendominasi jumlah rekening perorangan tumbuh sebesar 5,16 persen secara tahunan. Pada kelompok simpanan yang lebih kecil, rekening perorangan dengan saldo di bawah Rp5 juta mengalami peningkatan sebesar 7,36 persen, sedangkan kelompok saldo antara Rp5 juta hingga Rp10 juta tumbuh paling tinggi di kelasnya dengan persentase 10,01 persen.

Untuk simpanan kelas menengah, pertumbuhan terpantau bergerak moderat. Saldo tabungan dengan nominal Rp100 juta hingga Rp200 juta tumbuh 4,2 persen, disusul oleh kelompok saldo Rp200 juta hingga Rp500 juta yang naik sebesar 3,07 persen. Sementara itu, kelompok saldo Rp500 juta hingga Rp1 miliar meningkat sebesar 2,32 persen. Di sisi lain, simpanan bernilai besar lainnya seperti saldo Rp1 miliar hingga Rp2 miliar tumbuh 2,67 persen, dan pemilik rekening dengan saldo Rp2 miliar hingga Rp5 miliar mencatatkan kenaikan sebesar 2,78 persen.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

daya beliEkonomi IndonesiaLPSTabungan

Berita Terbaru Lainnya

Respons Aspirasi Mahasiswa Undip, Mentan Amran Tinjau Pangan dan Harga Beras di AlorAUKSI Bagikan Tips Persiapan Sebelum Mengikuti Lelang Mobil BekasNarita Shibori Catat Kenaikan Omzet Hampir Tiga Kali Lipat Bersama PertaminaPengadilan AS Hentikan Sementara Proyek Ruang Dansa Gedung Putih, Trump BerangMentan Amran Tinjau Distribusi Pangan di Alor Usai Terima Aspirasi Mahasiswa UNDIPTemuan Ratusan Senjata di Sekolah Pondok Pinang Diduga Terkait Sengketa YayasanHashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru untuk Bergabung dengan FORMASPenerima Beasiswa Cendekia Baznas Raih 30 Penghargaan Ilmiah Nasional dan Internasional

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026