Pasar saham Korea Selatan tengah menghadapi guncangan hebat setelah kapitalisasi pasarnya merosot tajam. Sejak indeks Kospi mencapai puncaknya pada Juni lalu, sekitar US$1 triliun atau setara dengan Rp18.076 triliun nilai kapitalisasi pasar di bursa tersebut menguap. Penurunan ini memicu perhatian luas dari para pelaku pasar global, mengingat signifikansi bursa Korea Selatan yang saat ini secara keseluruhan bernilai sekitar US$4 triliun. Meskipun mengalami koreksi yang sangat dalam, indeks Kospi secara kumulatif masih mencatatkan kenaikan sebesar 62 persen sepanjang tahun berjalan.








