apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Kampus di Amerika Serikat Mulai Membuka Jurusan Khusus Kreator Konten

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 5 Agu 2026 - 16.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kampus di Amerika Serikat Mulai Membuka Jurusan Khusus Kreator Konten
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Nilai ekonomi kreator secara global diproyeksikan bakal menembus angka hampir US$500 miliar atau setara dengan Rp9.017,50 triliun pada tahun 2027 mendatang. Estimasi fantastis dari bank investasi Goldman Sachs tersebut dihitung menggunakan asumsi nilai kurs sebesar Rp18.035 per dolar AS. Potensi ekonomi yang sangat besar inilah yang melatarbelakangi keputusan beberapa universitas di Amerika Serikat untuk mulai membuka program studi khusus bagi para calon kreator konten, seiring dengan melonjaknya minat generasi muda untuk menjadikan profesi pemengaruh (influencer) sebagai pilihan karier masa depan mereka.

Salah satu institusi pendidikan tinggi yang memelopori langkah ini adalah Arizona State University (ASU). Kampus tersebut resmi meluncurkan program sarjana khusus di bidang pembuatan konten (content creation). Program akademik ini secara spesifik ditujukan bagi para mahasiswa yang memiliki ketertarikan kuat untuk membangun karier profesional melalui platform media sosial serta berupaya menghasilkan pendapatan secara konsisten dari dunia digital. Mahasiswa di program ini tidak hanya diajarkan cara untuk menjadi seorang pemengaruh di dunia maya, melainkan juga dibekali dengan berbagai keahlian penting lain seperti penulisan narasi merek (brand storytelling), produksi siniar (podcast), hingga teknik pembuatan konten digital secara komprehensif. Kurikulum yang ditawarkan pun mencakup mata kuliah praktis seperti 'How to Become an Influencer', dan para mahasiswa diwajibkan menyelesaikan proyek akhir di Los Angeles Content Creation Studio milik kampus ASU.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Langkah akademis yang serupa juga diambil oleh Syracuse University. Universitas ini mulai menawarkan program minor lintas disiplin pada musim gugur tahun ini untuk memfasilitasi minat mahasiswa yang tinggi terhadap industri kreatif baru tersebut. Program minor ini dirancang secara khusus untuk mempersiapkan para mahasiswa agar siap menghadapi tantangan karier di bidang pembuatan konten, kewirausahaan digital, serta berbagai industri pendukung yang bergerak di dalam ekosistem ekonomi kreator. Ryan Schram, selaku Direktur Eksekutif Center for the Creator Economy di Syracuse University, menjelaskan bahwa banyak mahasiswa yang mereka ajak berdiskusi memang sangat mendambakan karier di sektor ekonomi kreator ini, tetapi tidak semuanya memiliki keinginan untuk tampil langsung di depan layar atau berada di balik mikrofon sebagai talenta utama.

Baca Juga

Perkembangan Pasar Modal Indonesia Juli 2026, IHSG Menguat dan Investor Melampaui 30 Juta SID

Perkembangan Pasar Modal Indonesia Juli 2026, IHSG Menguat dan Investor Melampaui 30 Juta SID

Pentingnya membangun kehadiran digital yang kuat juga ditekankan oleh para praktisi di bidang ini. Dylan Huey, yang merupakan pendiri organisasi REACH, menyatakan bahwa kemampuan dalam membangun citra diri secara digital (personal branding) pada masa kini dapat membuka peluang yang sangat luas bagi seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang layak di berbagai sektor industri.

Meskipun menawarkan prospek yang tampak menggiurkan, realitas di dalam industri kreatif digital ini sebenarnya dipenuhi oleh ketidakpastian yang tinggi. Profesor komunikasi dari Cornell University, Brooke Erin Duffy, mengamati bahwa profesi kreator konten ini memang mengalami lonjakan popularitas yang sangat pesat sejak masa pandemi Covid-19 dan akhirnya mencapai titik perkembangan yang sangat signifikan pada tahun 2024. Namun, Duffy mengingatkan bahwa hanya sebagian kecil dari seluruh kreator konten di dunia yang benar-benar mampu memperoleh pendapatan dalam jumlah besar. Menurutnya, meskipun publik sering sekali mendengar kisah-kisah sukses yang luar biasa seperti yang dialami oleh Alix Earle, kenyataan pahit di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar kreator konten lainnya hanya mampu bertahan hidup dari hasil pekerjaan digital mereka tersebut.

Baca Juga

Langkah PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

Langkah PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

Tingkat kesulitan untuk menembus persaingan di industri ini juga digambarkan secara realistis oleh akademisi lainnya. Freddy Tran Nager, yang menjabat sebagai Associate Professor di University of Southern California, mengemukakan pendapatnya bahwa peluang seseorang untuk bisa meraih kesuksesan sebagai seorang pemengaruh sebenarnya kurang lebih sama sulitnya dengan perjuangan keras dalam meniti karier untuk menjadi seorang aktor profesional di dunia seni peran. Oleh karena itu, kehadiran berbagai program studi baru di tingkat universitas ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan realistis bagi para mahasiswa mengenai dinamika industri digital yang sesungguhnya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pendidikan tinggikreator kontenCreator EconomyInfluencer

Berita Terbaru Lainnya

Taiwan Pavilion Siap Hadirkan 20 Merek Inovatif di Indonesia Technology & Innovation 2026Baznas Sediakan Layanan Kesehatan dan Logistik Gratis di Zikir Kebangsaan MonasBaznas RI Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya SukabumiPerkembangan Pasar Modal Indonesia Juli 2026, IHSG Menguat dan Investor Melampaui 30 Juta SIDLangkah PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Pemberdayaan Perempuan PrasejahteraKredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh Akseleratif Mencapai 12,67 PersenKemendag Tegaskan Program Minyakita Bebas APBN dan Andalkan Skema DMOBank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana Asosiasi Pembangunan Internasional

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap