Nilai ekonomi kreator secara global diproyeksikan bakal menembus angka hampir US$500 miliar atau setara dengan Rp9.017,50 triliun pada tahun 2027 mendatang. Estimasi fantastis dari bank investasi Goldman Sachs tersebut dihitung menggunakan asumsi nilai kurs sebesar Rp18.035 per dolar AS. Potensi ekonomi yang sangat besar inilah yang melatarbelakangi keputusan beberapa universitas di Amerika Serikat untuk mulai membuka program studi khusus bagi para calon kreator konten, seiring dengan melonjaknya minat generasi muda untuk menjadikan profesi pemengaruh (influencer) sebagai pilihan karier masa depan mereka.
Salah satu institusi pendidikan tinggi yang memelopori langkah ini adalah Arizona State University (ASU). Kampus tersebut resmi meluncurkan program sarjana khusus di bidang pembuatan konten (content creation). Program akademik ini secara spesifik ditujukan bagi para mahasiswa yang memiliki ketertarikan kuat untuk membangun karier profesional melalui platform media sosial serta berupaya menghasilkan pendapatan secara konsisten dari dunia digital. Mahasiswa di program ini tidak hanya diajarkan cara untuk menjadi seorang pemengaruh di dunia maya, melainkan juga dibekali dengan berbagai keahlian penting lain seperti penulisan narasi merek (brand storytelling), produksi siniar (podcast), hingga teknik pembuatan konten digital secara komprehensif. Kurikulum yang ditawarkan pun mencakup mata kuliah praktis seperti 'How to Become an Influencer', dan para mahasiswa diwajibkan menyelesaikan proyek akhir di Los Angeles Content Creation Studio milik kampus ASU.








