Perebutan kursi DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V diprediksi bakal semakin memanas pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang. Wilayah yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo ini selama ini dikenal sebagai "Dapil Neraka" sekaligus basis pertahanan terkuat PDI Perjuangan. Langkah mengejutkan diambil oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang secara terbuka menyatakan kesiapannya bertarung di wilayah kekuasaan politik Puan Maharani tersebut.
Keputusan politik ini diumumkan Kaesang saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Solo. Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini menginstruksikan seluruh kadernya untuk lebih aktif mendekatkan diri dengan masyarakat akar rumput melalui berbagai kegiatan sosial. Kaesang menegaskan bahwa kehadirannya di Dapil Jateng V bukan sekadar sebagai pimpinan partai, melainkan sebagai bakal calon legislatif yang siap mengawal langsung pergerakan mesin partai, khususnya di wilayah Kota Solo. Langkah ini menjadi tantangan terbuka di dapil yang pada Pileg 2024 lalu mencatat Puan Maharani sebagai peraih suara tertinggi dengan raihan 297.366 suara dari total 2.556.296 pemilih.
Menanggapi manuver politik PSI tersebut, struktur internal PDI Perjuangan Jawa Tengah memilih untuk bersikap tenang. Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, menyatakan pihaknya tidak ingin ambil pusing dengan rencana pencalonan Kaesang. Menurutnya, setiap partai politik memiliki hak untuk menentukan langkah strategis masing-masing. PDIP Jateng kini memilih fokus melakukan konsolidasi internal hingga ke tingkat anak ranting demi membuktikan bahwa wilayah tersebut tetap kokoh sebagai "Kandang Banteng" pada pemilu mendatang.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Nada optimistis senada juga disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menilai rencana pencalonan Kaesang merupakan hak konstitusional yang dilindungi oleh negara bagi setiap warga negara yang ingin terlibat dalam pemerintahan. Ganjar menegaskan tidak merasa khawatir suara Puan Maharani akan tergerus oleh kehadiran Kaesang, mengingat keduanya berangkat dari partai politik yang berbeda. Ia meyakini dominasi PDIP di Jawa Tengah masih belum akan goyah pada perhelatan politik 2029 nanti.
Di sisi lain, ketatnya persaingan di Dapil Jateng V diakui oleh politikus Partai Golkar, Singgih Januratmoko. Anggota DPR RI terpilih dari dapil tersebut pada Pileg 2024 ini memprediksi bahwa pertarungan di tahun 2029 akan jauh lebih berat dibandingkan pemilu sebelumnya. Kehadiran Kaesang di tengah dominasi PDIP yang saat ini menguasai tiga kursi di dapil tersebut dinilai akan membuat perebutan kursi parlemen menjadi sangat kompetitif dan dinamis bagi seluruh kontestan partai politik.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Sementara itu, PSI menegaskan bahwa keputusan majunya Kaesang merupakan bagian dari strategi besar partai untuk memperluas pengaruh politik mereka. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa partainya sangat serius untuk membangun basis kekuatan baru yang mereka sebut sebagai "Kandang Gajah" di Jawa Tengah. Optimisme ini didorong oleh target besar PSI untuk tidak hanya sekadar lolos ambang batas parlemen pada Pemilu 2029, tetapi juga mengamankan perolehan suara nasional yang signifikan.






