apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Kriminal

Jerat Amarah Kolektif di Baturiti, Seorang Pria Tewas Diamuk Massa Setelah Ketahuan Mencuri Ayam

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 26 Jul 2026 - 12.45 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jerat Amarah Kolektif di Baturiti, Seorang Pria Tewas Diamuk Massa Setelah Ketahuan Mencuri Ayam
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Seekor ayam aduan menjadi titik pemicu yang mengakhiri hidup seorang pria di sebuah banjar di Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Di tengah dinginnya dini hari pada Jumat (24/7) lalu, sekitar pukul 01.30 Wita, kawasan Banjar Dinas Juwuk Legi yang biasanya sunyi berubah menjadi gelanggang penghakiman. Seorang lelaki berinisial KD didapati warga saat tengah beraksi mencuri unggas milik salah satu penduduk setempat, I Wayan Adi Suteja (31). Apa yang terjadi selanjutnya bukanlah penyerahan pelaku ke aparat, melainkan pelampiasan kemarahan yang telah lama mengendap di benak para penghuni kampung.

Rangkaian peristiwa kehilangan ayam yang berulang kali terjadi di permukiman itu telah menciptakan lapisan kegeraman yang tebal. Rasa was-was dan frustrasi akibat berulang kali menjadi korban pencurian mengikis kesabaran kolektif. Ketika akhirnya sesosok terduga pelaku tertangkap tangan, benteng rasionalitas seakan runtuh. Momen penangkapan itu bukan lagi dipandang sebagai awal dari proses hukum, melainkan tiket untuk menunaikan denda sosial yang brutal. Jerit massa menggantikan suara azan subuh yang masih beberapa jam lagi, dan KD menjadi sasaran bogem, tendangan, serta benda tumpul yang menghujaninya tanpa ampun.

Ketika personel Kepolisian Sektor Baturiti tiba di tempat kejadian sekitar pukul 02.00 Wita, panggung kekerasan itu telah meninggalkan jejak yang kelam. KD sudah terbujur tak bernyawa. Tidak hanya tubuhnya yang menjadi korban kebringasan massa; sebuah sepeda motor yang diduga miliknya pun turut dilalap api hingga hangus. Pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang berserakan. Di antaranya adalah seekor ayam yang gagal dibawa kabur, sebilah golok, serta sebuah tas yang berisi tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai. Barang-barang itu seolah menjadi artefak yang merekam dua sisi kelam: aksi kejahatan kecil dan respons komunal yang jauh melampaui batas.

Baca Juga

Kisah Amir, Napi Kasus TPPO yang Pelopori Lahirnya Kopi Kemasan Paskopi di Lapas Garut

Kisah Amir, Napi Kasus TPPO yang Pelopori Lahirnya Kopi Kemasan Paskopi di Lapas Garut

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menyampaikan kronologi yang memperlihatkan betapa cepatnya aksi main hakim sendiri itu berlangsung. Dalam waktu kurang dari setengah jam sejak aksi pencurian dipergoki, nyawa KD sudah tidak tertolong lagi. Tim Inafis dari Satuan Reserse Kriminal Polres Tabanan kemudian diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi sidik jari. Sementara itu, jasad KD dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Semara Ratih di Tabanan untuk menjalani proses lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore. Penyerahan jenazah itu menjadi penutup bisu dari rangkaian peristiwa yang meninggalkan duka bagi dua pihak: keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya secara tragis, dan warga yang kini harus berhadapan dengan konsekuensi hukum atas ledakan emosi mereka.

Peristiwa di Tabanan ini kembali membuka lembaran pilu tentang fenomena main hakim sendiri yang kerap berujung maut. Ada paradoks yang menusuk: seekor ayam, yang jika diuangkan mungkin bernilai relatif terbatas, bertukar dengan hilangnya sebuah nyawa manusia. Di satu sisi, akumulasi keresahan warga terhadap maraknya kasus pencurian layak dipahami sebagai jerit keamanan yang tidak kunjung terjawab. Namun di sisi lain, transformasi masyarakat dari penjaga ketertiban menjadi algojo jalanan merupakan cermin buram dari rapuhnya kepercayaan terhadap proses hukum. Sebuah golok yang ditemukan di lokasi memang bisa jadi membuktikan potensi bahaya dari pelaku, tetapi aksi massa yang membabi-buta juga mengaburkan garis antara korban dan terduga pelaku.

Baca Juga

Kementerian Kehutanan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla di Kalimantan, Satu Izin Dibekukan

Kementerian Kehutanan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla di Kalimantan, Satu Izin Dibekukan

Kini, tragedi tersebut menyisakan tugas berat bagi aparat penegak hukum untuk tidak hanya menuntaskan penyelidikan secara prosedural, tetapi juga memulihkan kembali tatanan sosial yang retak. Masyarakat Baturiti dan sekitarnya perlu diajak kembali merajut kesadaran bahwa keadilan tidak bisa ditegakkan di atas api unggun dan kepalan tangan. Pelajaran paling getir dari peristiwa ini adalah bahwa amarah, meskipun lahir dari luka yang sah, tidak akan pernah menghasilkan akhir yang adil ketika ia dilepaskan tanpa kendali.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Balipengeroyokanpencurian ayamTabananmain hakim sendirikeamanan warga

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap