Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, geliat aktivitas para perajin pohon pinang musiman di Kota Tangerang, Banten, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Permintaan perlengkapan untuk perlombaan tradisional panjat pinang yang melonjak menjelang hari kemerdekaan membawa berkah tersendiri bagi mereka. Berkat kenaikan pesanan ini, para perajin berpotensi meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil penjualan batang pohon pinang.
Salah satu titik yang menjadi sentra pembuatan pohon pinang ini terletak di Jalan Baru, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Di kawasan tersebut, para perajin dilaporkan telah sibuk bekerja sejak pagi hingga sore hari selama sepekan terakhir demi merampungkan pesanan tepat waktu. Proses pembuatan tiang panjat pinang ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak sebentar agar layak dan aman digunakan dalam perlombaan.
Tahapan produksi dimulai dengan menyerut lapisan luar dari batang pohon pinang yang baru datang. Setelah permukaan luarnya bersih, batang-batang pohon tersebut kemudian dijemur di bawah terik matahari selama tiga hingga empat hari guna mengurangi kadar airnya. Proses berikutnya adalah menghaluskan batang pohon melalui tahap pelapisan dan pengamplasan berulang kali. Langkah pengamplasan ini sangat krusial karena bertujuan membuat permukaan batang menjadi sangat licin saat dilumuri pelumas nantinya. Sebagai sentuhan akhir, perajin memasang sebuah lingkaran bambu di bagian pucuk pohon yang berfungsi sebagai tempat untuk menggantungkan berbagai macam hadiah perlombaan.








