Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, geliat aktivitas para perajin pohon pinang musiman di Kota Tangerang, Banten, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Permintaan perlengkapan untuk perlombaan tradisional panjat pinang yang melonjak menjelang hari kemerdekaan membawa berkah tersendiri bagi mereka. Berkat kenaikan pesanan ini, para perajin berpotensi meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dari hasil penjualan batang pohon pinang.
Salah satu titik yang menjadi sentra pembuatan pohon pinang ini terletak di Jalan Baru, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Di kawasan tersebut, para perajin dilaporkan telah sibuk bekerja sejak pagi hingga sore hari selama sepekan terakhir demi merampungkan pesanan tepat waktu. Proses pembuatan tiang panjat pinang ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak sebentar agar layak dan aman digunakan dalam perlombaan.
Tahapan produksi dimulai dengan menyerut lapisan luar dari batang pohon pinang yang baru datang. Setelah permukaan luarnya bersih, batang-batang pohon tersebut kemudian dijemur di bawah terik matahari selama tiga hingga empat hari guna mengurangi kadar airnya. Proses berikutnya adalah menghaluskan batang pohon melalui tahap pelapisan dan pengamplasan berulang kali. Langkah pengamplasan ini sangat krusial karena bertujuan membuat permukaan batang menjadi sangat licin saat dilumuri pelumas nantinya. Sebagai sentuhan akhir, perajin memasang sebuah lingkaran bambu di bagian pucuk pohon yang berfungsi sebagai tempat untuk menggantungkan berbagai macam hadiah perlombaan.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Bahan baku berupa pohon pinang ini tidak diperoleh secara lokal dari wilayah perkotaan, melainkan didatangkan langsung dari kawasan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Dari tempat penampungan di Tangerang, pohon-pohon yang sudah siap pakai kemudian dipasarkan ke berbagai wilayah. Pembeli atau pelanggan pohon pinang garapan perajin di Jalan Baru ini tidak hanya datang dari lingkup Kota Tangerang saja, melainkan juga meluas hingga ke wilayah DKI Jakarta.
Terkait harga jual, para perajin mematok tarif yang bervariasi tergantung pada panjang batang pohon yang dipesan. Untuk pohon pinang dengan panjang 7 meter, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp900 ribu. Sementara itu, untuk ukuran yang lebih panjang, yakni mencapai 12 meter, harganya bisa menyentuh angka Rp1,5 juta per batang. Harga-harga tersebut merupakan tarif dasar di lokasi pembuatan dan belum mencakup biaya pengiriman. Biaya kirim akan dihitung secara terpisah berdasarkan jarak tempuh dari sentra perajin menuju lokasi pemesan.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Setelah dikurangi dengan biaya operasional yang mencakup pembelian bahan baku, transportasi, serta bahan pendukung lainnya, keuntungan bersih yang diperoleh para pekerja berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu untuk setiap batang pohon pinang yang berhasil diselesaikan. Salah satu perajin di lokasi tersebut, Boy, menuturkan bahwa gelombang pesanan saat ini sudah mulai meningkat dan diperkirakan akan terus bertambah padat pada pekan depan seiring semakin dekatnya hari perayaan kemerdekaan.
Boy juga membagikan catatan penjualannya pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, ia berhasil menjual sebanyak 22 batang pohon pinang. Untuk musim perayaan HUT RI ke-81 tahun ini, Boy optimis menetapkan target penjualan yang lebih tinggi, yakni mampu menjual lebih dari 30 batang pohon pinang dengan berbagai variasi ukuran. Para perajin seperti Boy sangat menggantungkan harapan mereka pada kelestarian tradisi ini. Oleh karena itu, mereka berharap Pemerintah Kota Tangerang dapat terus menyelenggarakan perlombaan panjat pinang yang melibatkan masyarakat luas demi menjaga tradisi perayaan kemerdekaan sekaligus mendukung keberlangsungan usaha musiman ini.






