apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Jejaring Lumpur yang Kembali Jadi Lumbung, Tambak Aceh Menggeliat Lagi

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 26 Jul 2026 - 01.50 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jejaring Lumpur yang Kembali Jadi Lumbung, Tambak Aceh Menggeliat Lagi
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Di balik hamparan tanah basah yang sempat berubah menjadi kubangan sepi, kini terdengar lagi suara gemericik air dan geliat para petambak. Produktivitas tambak di Aceh yang sempat mati suri akibat bencana hidrologi perlahan menunjukkan denyut pemulihan. Pemandangan pematang yang retak mulai diperbaiki, kincir air kembali berputar, dan harapan para pembudidaya udang serta bandeng merekah seiring datangnya bantuan yang tak sekadar menambal kerusakan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mematok target ambisius: seluas 15.000 hektare tambak di Aceh harus bisa beroperasi kembali paling lambat akhir 2026. Ini bukan angka hiasan. Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha menegaskan bahwa tahap pertama seluas kurang lebih 5.200 hektare ditargetkan sudah produktif kembali pada September 2026. Laju pemulihan ini ditopang oleh kerja terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Komisi IV DPR RI yang terus mendorong percepatan di lapangan.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Lebih dari sekadar memperbaiki tanggul jebol, program ini dirancang untuk langsung menyentuh dapur petambak. Begitu alat berat merapikan konstruksi tambak, bantuan benih dan pakan segera menyusul. Langkah itu mencegah lahan yang sudah pulih kembali terbengkalai karena petambak tak punya modal. Hingga kini, sudah 694 hektare yang kembali basah oleh tebaran benih: udang, bandeng, kakap, dan nila salin mulai tumbuh di kolam-kolam yang dulu rusak. Angka ini akan terus membesar seiring akselerasi di sejumlah kabupaten terdampak.

Dukungan peralatan pun digelontorkan. Sebanyak 12 unit ekskavator disalurkan untuk tiga provinsi, dan delapan di antaranya kini berderu khusus membenahi tambak-tambak di Aceh. Tak hanya berhenti di tambak, sektor tangkap juga mendapat amunisi segar: mesin kapal dan 100 unit coolbox berkapasitas 300 liter mengalir ke nelayan di Bireuen dan Aceh Utara. Rangkaian bantuan ini menjadi orkestrasi pemulihan yang menyasar hulu-hilir, agar seluruh simpul ekonomi pesisir bergerak serempak.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Dari segi hitungan ekonomi, potensi yang dikembalikan tidak kecil. Mengandalkan pola budidaya tradisional plus yang diterapkan masyarakat, setiap hektare diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram udang dalam satu siklus. Dengan harga jual rata-rata Rp50 ribu per kilogram, omzet per hektare bisa menembus Rp30 juta dalam tiga bulan. Andy Artha menyebut keberhasilan sejati bukan semata pada rampungnya konstruksi, melainkan pada saat petambak kembali bekerja dan pendapatan mereka pulih. Tambak-tambak itu kini bukan sekadar cekungan air, melainkan pundi-pundi yang kembali berdenyut di pesisir Aceh.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Acehrehabilitasi tambakKKPekonomi pesisirbudidaya udangpemulihan ekonomi

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap