apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Hukum

Jejak Staf KPK Asal Kepolisian dalam Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Nyaring AranDiterbitkan 31 Jul 2026 - 22.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jejak Staf KPK Asal Kepolisian dalam Kasus Pemerasan Bupati Pemalang
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengungkap keterlibatan salah satu pegawainya dalam pusaran kasus korupsi yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Pegawai yang terseret dalam kasus ini diidentifikasi sebagai Setya Budi Dias Oktavianto, seorang staf administrasi di lembaga antirasuah tersebut yang diperbantukan dari instansi Kepolisian. Terbongkarnya peran oknum ini menunjukkan adanya celah keamanan informasi di dalam internal lembaga penegak hukum tersebut yang dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Penyidik KPK kini telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara korupsi ini. Kasus ini terbagi ke dalam dua klaster penyelidikan yang saling berkaitan. Klaster pertama berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, terhadap jajaran birokrasi di bawahnya serta pihak swasta. Sementara itu, klaster kedua berfokus pada dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan yang dilakukan oleh oknum internal KPK terhadap Bupati Pemalang itu sendiri.

Adapun keempat tersangka yang telah ditetapkan oleh KPK adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, pegawai KPK Setya Budi Dias Oktavianto, ayah dari Dias yaitu Lilik Budi Suprianto, serta seorang pihak swasta bernama Mohamad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris. Berdasarkan hasil penyidikan, Dias dan ayahnya, Lilik, diduga kuat bekerja sama untuk mencari keuntungan finansial pribadi dengan memanfaatkan perkara yang tengah diselidiki oleh KPK di wilayah Kabupaten Pemalang.

Baca Juga

Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pemkab Usulkan Pemberhentian Sementara

Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pemkab Usulkan Pemberhentian Sementara

Modus operandi kejahatan ini memanfaatkan posisi Dias sebagai staf administrasi di KPK yang memiliki akses terhadap informasi penanganan perkara. Dias membocorkan dokumen serta informasi mengenai proses administrasi penyelidikan kasus Pemalang kepada ayahnya. Informasi rahasia tersebut kemudian dijadikan oleh Lilik sebagai media atau alat untuk memeras Bupati Pemalang.

Untuk memuluskan aksi pemerasan tersebut, Lilik melakukan pertemuan langsung dengan Anom Widiyantoro. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Mohamad Haris yang bertindak sebagai orang kepercayaan sang bupati. Dalam pertemuan itu, Lilik menunjukkan dokumen-dokumen administrasi resmi terkait penanganan perkara di Pemalang. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan Anom bahwa Lilik memiliki akses kuat di KPK melalui anaknya yang bekerja di sana.

Baca Juga

Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Dalam proses penyidikan, KPK berhasil menyita uang tunai sebesar Rp1,2 miliar yang disimpan di rumah Lilik. Uang miliaran rupiah tersebut saat diamankan masih dalam kondisi utuh dan belum sempat didistribusikan kepada Dias. Meskipun uang hasil pemerasan terbaru itu belum sempat dibagikan, penyidik KPK menemukan fakta lain bahwa Dias sudah sering menerima aliran transfer uang dari ayahnya sebelum penangkapan dilakukan.

Menanggapi kasus yang mencoreng kredibilitas lembaga ini, Ketua KPK Setyo Budiyanto berjanji akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Langkah evaluasi ini difokuskan pada perbaikan sistem keamanan data dan informasi di KPK agar kebocoran serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. KPK berencana memperketat akses terhadap dokumen penanganan perkara serta menerapkan sistem pencatatan riwayat atau log akses dokumen. Sistem ini akan mencatat secara detail siapa yang melihat dokumen, waktu pengaksesan, serta durasi akses tersebut dilakukan untuk menjaga akuntabilitas data internal.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PolriKPKkorupsipemerasanPemalang

Berita Terbaru Lainnya

Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Pemkab Usulkan Pemberhentian SementaraPengunjung Rumah Hantu di Tulungagung Meninggal Dunia Setelah Keluar WahanaPoros Perlawanan Iran Targetkan Arab Saudi, Serangan Diduga Diluncurkan dari Wilayah IrakTrump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas dan Kelompok Bersenjata di GazaGempa M7,1 Jepang, Ribuan Warga Bertahan Tanpa Listrik dan Air Bersih di Tengah Suhu Panas EkstremKejagung Periksa Tujuh Perusahaan Terkait Kasus Dugaan TPPU Mantan Jampidsus Febrie AdriansyahSLIK Kredit di Bawah Rp1 Juta Dihapus, Analisis Kredit Perbankan Mulai MenyesuaikanLaba Ramayana Semester I Anjlok 11%, Ini Penyebabnya

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap