Jejak Pelarian Maling Motor Penembak Ojek Berujung di Rumah Sunyi Lampung Timur

Domu TobingPublished 26 Jul 2026 - 15.400 Reads
Bagikan WhatsAppX
Jejak Pelarian Maling Motor Penembak Ojek Berujung di Rumah Sunyi Lampung Timur
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Derap sepatu polisi memecah kesenyapan gang sempit di Lampung Timur. Subuh belum lama berlalu, tetapi tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah mengepung sebuah rumah sederhana yang diyakini menjadi tempat persembunyian dua buronan. Tak ada sahutan dari dalam, hanya sunyi yang mencurigakan. Setelah ketukan keras tak membuahkan hasil, petugas memilih mendobrak pintu. Laras panjang menuntun gerak mereka menyisir tiap sudut ruangan, hingga akhirnya dua sosok ditemukan dalam kondisi terpojok. ENR, 23 tahun, dan RDS, 21 tahun, langsung digiring ke dalam mobil tanpa perlawanan berarti. Rekaman video yang beredar memperlihatkan bagaimana operasi senyap itu berlangsung dalam hitungan menit, menuntaskan perburuan yang telah memakan waktu nyaris sepekan.

Dua pemuda itu adalah aktor di balik peristiwa brutal yang mengguncang Jalan Salemba Utan Barat, Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. Pada Sabtu siang, 18 Juli lalu, seorang pemilik sepeda motor mendengar langkah mencurigakan di luar rumah. Dari balik jendela, ia melihat dua orang tak dikenal tengah mengutak-atik motornya. Refleks menggebrak pintu dari dalam membuat para pelaku kaget dan memilih kabur. Namun, alih-alih pasrah, satu di antara mereka justru mengeluarkan senjata api. Melihat ancaman itu, pemilik motor urung mengejar dan berteriak histeris meminta pertolongan. Kata "maling" yang melengking itu membangunkan solidaritas warga, termasuk seorang pengemudi ojek yang melintas di dekat lokasi.

Also Read

Dari Mushala ke Kelas Baru, Babak Pemulihan SDN Tanggirejo yang Dinanti

Pengemudi ojek yang tak disebutkan namanya itu berinisiatif menghadang laju kedua pelaku. Sayangnya, niat baik itu dibalas dengan letusan yang membabi buta. Sebutir proyektil menembus paha kanannya, membuat ia tersungkur di aspal. ENR dan RDS kemudian lenyap bersama deru mesin motor curian, meninggalkan korban yang meringkuk menahan sakit. Kejadian singkat itu terekam dalam ingatan para saksi, menjadi pemicu bagi Polda Metro Jaya untuk menurunkan tim khusus pengejaran. Tidak sampai sepekan, jejak kedua pelaku sudah terendus hingga ke pelosok Lampung Timur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Iman Imanuddin, memaparkan bahwa penangkapan dilakukan pada Jumat, 24 Juli, sekitar pukul sepuluh pagi. Kedua pelaku memiliki pembagian peran yang rapi: ENR bertindak sebagai eksekutor yang nekat melepaskan tembakan, sedangkan RDS berperan sebagai pengendara motor saat aksi berlangsung. "Tim berhasil mengamankan dua orang pelaku di wilayah Lampung Timur," ujar Iman. Dari tangan mereka, polisi menyita satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver berwarna perak. Senjata itu masih terisi satu butir peluru kaliber 9 milimeter, menandakan potensi bahaya yang sewaktu-waktu bisa kembali meledak.

Also Read

Sinode Gereja Toraja Mamasa Jadi Panggung Penguatan Empat Pilar Kebangsaan

Temuan senjata rakitan ini membuka pintu penyelidikan lebih luas. Polda Metro Jaya kini mendalami asal muasal senjata tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan pemasok yang menyasar kelompok kriminal jalanan. Tidak tertutup kemungkinan kedua pelaku terlibat dalam aksi-aksi kekerasan lain di wilayah Jabodetabek. Untuk sementara, jerat hukum masih terfokus pada Pasal 479 jo Pasal 17 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan. Proses pemeriksaan intensif terhadap ENR dan RDS terus berlangsung di ruang penyidik, sembari tim laboratorium forensik mengurai setiap petunjuk yang melekat pada revolver maut tersebut. Di rumah sakit, pengemudi ojek yang menjadi korban masih menjalani perawatan, mengingatkan publik bahwa di balik angka dan pasal, ada nyawa yang nyaris melayang hanya karena sebuah jeritan "maling".

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca