PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara konsisten terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan jalan tol berbasis teknologi di Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan dengan fokus utama untuk meningkatkan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan tol yang melintas di jaringan jalan bebas hambatan mereka. Sebagai pengelola jalan tol, Jasa Marga senantiasa berupaya memberikan kinerja terbaiknya demi menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara. Upaya penguatan layanan berbasis teknologi ini menjadi sangat krusial mengingat skala operasional perusahaan yang sangat besar, di mana Jasa Marga melayani sebanyak 3,5 juta kendaraan setiap harinya.
Peningkatan kualitas pelayanan ini didorong oleh adanya perubahan paradigma yang mendasar di dalam tubuh organisasi Jasa Marga. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa sebagai market leader pengelola jalan tol di Indonesia, perusahaan harus terus beradaptasi dan berinovasi. Perubahan tersebut secara nyata mentransformasi paradigma lama yang sekadar berfokus pada pembangunan fisik atau infrastructure menjadi konsep baru yang disebut infraculture. Melalui konsep infraculture ini, seluruh kebijakan operasional dan pengembangan teknologi akan berfokus utama pada keselamatan para pengguna jalan tol.
Sebagai wujud nyata dari penerapan paradigma infraculture tersebut, Jasa Marga telah mengembangkan berbagai inovasi teknologi untuk memantau kondisi di lapangan. Salah satu inovasi penting yang dikembangkan adalah sistem pengawasan khusus untuk kendaraan over dimension over load (ODOL). Sistem pengawasan kendaraan ODOL ini dirancang untuk mendeteksi kendaraan yang membawa muatan dan dimensi berlebih, yang selama ini menjadi salah satu faktor risiko di jalan raya. Dengan adanya sistem pengawasan ini, Jasa Marga berharap dapat menekan potensi bahaya dan menjaga keselamatan para pengguna jalan tol lainnya.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Tidak hanya berfokus pada pengawasan kendaraan pengguna, Jasa Marga juga memperkuat sistem pengawasan internal perusahaan demi menjaga kualitas layanan. Untuk tujuan tersebut, Jasa Marga mengembangkan sistem pengendalian internal yang dinamakan Troops. Sistem Troops ini difungsikan secara khusus untuk memantau serta memastikan kualitas pelayanan dan kesiapan infrastruktur jalan tol agar selalu memenuhi standar yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, setiap kendala infrastruktur dapat dideteksi dan ditangani dengan lebih cepat demi kenyamanan para pengendara.
Seluruh sistem pemantauan dan pengendalian operasional tersebut diintegrasikan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). JMTC dikembangkan oleh Jasa Marga untuk berfungsi sebagai pusat kendali operasional yang memantau seluruh aktivitas di jaringan jalan tol secara real-time. Di samping itu, bagi para pengguna jalan tol, Jasa Marga juga menghadirkan aplikasi Travoy yang berfungsi sebagai ekosistem layanan digital. Aplikasi Travoy ini mempermudah pengguna jalan dalam mengakses berbagai informasi penting serta layanan digital yang mendukung kelancaran perjalanan mereka.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Selain aspek teknologi digital, peningkatan pelayanan juga diwujudkan melalui rejuvenasi rest area atau tempat istirahat di sepanjang koridor jalan tol. Jasa Marga kini melakukan peremajaan area-area tersebut dengan konsep baru, di mana rest area dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik, tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat singgah sementara bagi pengendara yang lelah. Upaya transformasi menyeluruh ini juga dibahas dalam acara Expert Sharing Session yang diselenggarakan di JMTC, Bekasi.
Kegiatan Expert Sharing Session tersebut mengusung tema "Up scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected Mobility Ecosystems". Forum ini menghadirkan para ahli di bidangnya, antara lain akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali. Kehadiran para narasumber ini memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya membangun ekosistem mobilitas yang cerdas, berkelanjutan, dan terkoneksi, sejalan dengan komitmen Jasa Marga dalam mengutamakan keselamatan dan meningkatkan pengalaman pengguna jalan tol.






