Kasus main hakim sendiri kembali menelan korban jiwa di Indonesia. Kali ini, sebuah peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali, di mana seorang pria berinisial KD meregang nyawa setelah dikeroyok massa akibat dituding mencuri ayam pada Jumat (24/7). Kejadian memilukan ini memicu reaksi keras dari pemerintah pusat, khususnya Kantor Staf Kepresidenan (KSP), yang menuntut penegakan hukum secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu terhadap para pelaku pengeroyokan.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden maut tersebut. Ia mengutuk keras aksi kekerasan massal yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang di luar koridor hukum atau extrajudicial killing. Menurut Dudung, status seseorang sebagai terduga pelaku tindak pidana sama sekali tidak menggugurkan hak konstitusionalnya untuk menjalani proses peradilan yang adil dan sah di mata hukum.
Dudung menegaskan bahwa Indonesia berdiri tegak di atas asas negara hukum, di mana setiap warga negara memiliki kedudukan yang setara. Oleh karena itu, tindakan main hakim sendiri tidak memiliki pembenaran dalam bentuk apa pun. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat dan profesional dalam mengungkap dalang serta pelaku pengeroyokan tersebut guna memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.
Kejaksaan Agung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon

Sebagai langkah preventif di masa depan, KSP mendorong kepolisian untuk menggencarkan edukasi hukum di tengah masyarakat. Dudung menilai pemahaman mengenai konsekuensi pidana dari aksi main hakim sendiri masih perlu ditingkatkan. Selain kepolisian, ia juga mengajak tokoh adat, tokoh agama, serta pemimpin komunitas lokal di Bali untuk berkolaborasi dalam mengikis budaya kekerasan dan mengutamakan dialog damai dalam menyelesaikan setiap konflik sosial.
Saat ini, pihak Kepolisian Resor (Polres) Tabanan tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa tersebut. Polisi telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti otentik, baik terkait dugaan pencurian ayam maupun aksi kekerasan bersama yang menewaskan KD. Di sisi lain, respons atas tragedi ini juga datang dari sektor politik lokal, di mana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan bagi keluarga korban.
Hubungan Stres dan GERD, Bagaimana Pikiran Memengaruhi Asam Lambung

Tragedi di Tabanan ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa hukum harus ditegakkan melalui jalur yang semestinya, bukan oleh amukan massa di jalanan. Keberhasilan polisi dalam mengusut tuntas kasus ini akan menjadi preseden penting bahwa keadilan harus tetap ditegakkan tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan supremasi hukum yang berlaku di tanah air.






