apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Ironi di Balik Penahanan Febrie Adriansyah yang Tak Berompi Merah Muda

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 26 Jul 2026 - 05.35 · 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ironi di Balik Penahanan Febrie Adriansyah yang Tak Berompi Merah Muda
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Pintu gedung Kejaksaan Agung terbuka pada Jumat malam, 24 Juli 2026. Tepat sebelum pukul sebelas, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah melangkah keluar menuju mobil tahanan hijau yang sudah menanti. Tidak ada guratan warna merah muda di tubuhnya. Tidak ada borgol yang melingkar. Pemandangan itu sontak membelokkan perhatian: seorang tersangka kasus dugaan pencucian uang yang selama bertahun-tahun berada di balik layar penegakan hukum justru muncul tanpa rompi tahanan khas Korps Adhyaksa. Pihak Kejaksaan Agung, melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan Rudi Margono, menyebut situasi itu terjadi lantaran waktu sudah larut dan proses harus bergerak buru-buru. Namun penjelasan teknis itu tidak mampu meredam tafsir yang segera merebak.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengapresiasi langkah cepat menahan Febrie, tetapi menolak mentah-mentah kesan adanya keistimewaan. Ia menekankan bahwa begitu seseorang berhadapan dengan hukum, semua atribut dan prosedur mesti berlaku setara. “Tidak boleh ada perlakuan istimewa. Publik mengawasi kasus ini terus-menerus,” ungkap Sahroni dengan nada yang menjaga jarak dari eufemisme. Pernyataan itu membawa angka penting: ia menyebut kepercayaan 288 juta rakyat dipertaruhkan hanya karena satu orang. Tubuh Febrie yang bebas rompi pink seketika menjelma menjadi ujian bagi konsistensi lembaga, bukan sekadar protokol seragam tahanan.

Anggota Komisi III dari fraksi yang berbeda, Rudianto Lallo, menggugat alasan buru-buru yang dijadikan tameng. Baginya, argumen itu tidak rasional. Seorang yang sudah dipanggil sebagai tersangka tentu telah melalui serangkaian persiapan administrasi dan penyidikan, sehingga ketiadaan rompi tidak bisa dianggap sekadar kelalaian teknis. Rudianto lantas menarik benang sejarah yang lebih mengusik: Febrie adalah sosok yang dulu kerap memasangkan rompi dan borgol kepada para tersangka di ranah pidana khusus. Kini, saat dirinya menyandang status yang sama, prosedur itu justru menguap. “Itu mengusik rasa keadilan,” tandasnya, menggambarkan bagaimana publik membaca ketidaksetaraan sebagai sebuah pola, bukan insiden acak.

Baca Juga

Kejaksaan Agung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon

Kejaksaan Agung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon

Kejanggalan itu menggaung lantaran warna rompi tahanan bukanlah sekadar kode pakaian. Dalam ingatan kolektif, rompi merah muda selalu melekat pada momen ketika seorang tersangka korupsi atau pencucian uang digiring ke hadapan kamera. Ketiadaannya di pundak Febrie—meskipun ia tetap menjalani penahanan resmi—memantik ingatan akan sejumlah kasus lain yang prosedurnya berjalan ketat tanpa kompromi. Jam malam dan alasan terburu-buru memang bisa saja benar secara faktual, tetapi di arena persepsi publik, keduanya berbenturan dengan ekspektasi kesetaraan yang selama ini gencar disuarakan.

Malam itu, Febrie tetap keluar dengan tenang. Ia sempat berhenti sejenak di depan wartawan, membenarkan bahwa dirinya sudah diperiksa sebagai tersangka dan resmi ditahan. Kalimatnya singkat, tanpa menyentuh soal rompi yang absen. Pengawalan ketat mengantarnya ke mobil tahanan, menutup adegan yang meninggalkan riak di ruang publik. Sorotan DPR sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam penegakan hukum, gestur sekecil apa pun — termasuk selembar rompi yang tak dikenakan — bisa menjelma menjadi simbol yang mempertanyakan seberapa adil hukum itu ditegakkan.

Baca Juga

Penyidikan Dugaan Korupsi PDNS dan Skema Pemulihan Pasca-Serangan Ransomware

Penyidikan Dugaan Korupsi PDNS dan Skema Pemulihan Pasca-Serangan Ransomware

Di luar hiruk-pikuk prosedur, peristiwa ini menegaskan bahwa kepercayaan terhadap institusi dibangun dari ribuan detail yang seragam. Ketika mantan penguasa rompi justru tampil tanpa seragam itu, rasa keadilan masyarakat terusik dan menjadi bahan bakar bagi pengawasan yang semakin tajam. Penahanan Febrie Adriansyah pada akhirnya bukan sekadar babak baru kasus hukum, melainkan juga cermin yang memantulkan sejauh mana kesetaraan benar-benar menjadi napas penegakan hukum di negeri ini.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Febrie AdriansyahpenahananKejaksaan Agungrompi tahananKomisi III DPRrasa keadilan

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap