Pasar modal Indonesia memperlihatkan pergerakan yang menarik pada perdagangan pertengahan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau pada hari Rabu, 5 Agustus 2026. Indeks acuan dalam negeri tersebut ditutup naik 31,53 poin atau menguat sekitar 0,5 persen untuk mendarat di level 6.351,14. Meskipun performa indeks domestik secara umum menunjukkan tren positif, dinamika pergerakan dana dari investor luar negeri justru memperlihatkan pola yang cukup kontras di seluruh papan perdagangan.
Pemicu utama di balik pergerakan ini adalah adanya pergeseran arah angin investasi atau rotasi portofolio yang dilakukan oleh para pemodal internasional. Investor asing sebenarnya masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai total mencapai Rp182,8 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Rabu tersebut. Namun, jika diteliti lebih dalam, terdapat pola rotasi aliran dana yang cukup terarah. Dana asing perlahan-lahan mulai dialihkan masuk ke saham-saham berbasis komoditas, dengan sektor pertambangan menjadi tujuan utama penempatan modal baru mereka.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Dampak dari rotasi sektor ini terlihat jelas pada dominasi aksi beli bersih pada saham-saham tambang terkemuka. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. atau ANTM memimpin sebagai target perburuan utama investor asing dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp180,6 miliar. Minat asing juga mengalir deras ke saham PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) yang berada di posisi berikutnya dengan catatan net buy sebesar Rp122,7 miliar. Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga tidak luput dari perhatian dengan membukukan net buy asing senilai Rp88,6 miliar. Selain sektor tambang, beberapa emiten dari sektor teknologi dan properti juga mencatatkan arus masuk modal asing, di antaranya PT Idointernet Tbk. (EDGE) sebesar Rp81,9 miliar, PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) senilai Rp46,4 miliar, serta PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang mencatatkan net buy Rp39,7 miliar.
Secara umum, gairah perdagangan di lantai bursa pada hari itu terbilang cukup tinggi dengan dominasi saham-saham yang menguat. Data perdagangan mencatat sebanyak 422 saham mengalami kenaikan harga, 223 saham mengalami penurunan, sedangkan 318 saham lainnya ditutup tidak bergerak alias stagnan. Total nilai transaksi pada perdagangan kemarin mencapai Rp14,91 triliun, dengan volume transaksi yang melibatkan hingga 39,26 miliar lembar saham. Seluruh aktivitas perdagangan ini diselesaikan melalui 2,32 juta kali transaksi. Seiring dengan kenaikan IHSG, kapitalisasi pasar bursa domestik pun ikut terdongkrak naik hingga mencapai level Rp11.085 triliun.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Menatap hari-hari perdagangan ke depan, para pelaku pasar kini harus mencermati keberlanjutan dari rotasi dana asing ke sektor komoditas ini. Mengingat investor asing secara agregat masih membukukan net sell, arah pergerakan pasar ke depan masih diselimuti ketidakpastian. Pelaku pasar perlu mengamati apakah akumulasi beli pada saham-saham komoditas seperti ANTM, TINS, dan BUMI akan terus berlanjut atau justru mereda seiring dengan fluktuasi harga komoditas di pasar global. Langkah antisipasi dan analisis fundamental yang matang tetap menjadi kunci bagi investor lokal dalam merespons pergeseran haluan portofolio asing ini.






