apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

InfraNexia Topang Konektivitas Wholesale Melalui Spin-Off Tahap Dua Telkom

Agus CahyonoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 17.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
InfraNexia Topang Konektivitas Wholesale Melalui Spin-Off Tahap Dua Telkom
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bagaimana kelanjutan dari pemisahan unit bisnis infrastruktur telekomunikasi milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan apa dampaknya bagi layanan konektivitas di tanah air? Pertanyaan ini mengemuka seiring dengan langkah strategis BUMN telekomunikasi tersebut yang kini bersiap melaksanakan pemisahan unit bisnis atau Spin-Off InfraCo Tahap 2. Melalui langkah ini, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) selaku anak perusahaan operasional (operating company) dari Telkom akan memegang peran sentral dalam memperkuat jaringan konektivitas wholesale di seluruh Indonesia.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Proses restrukturisasi korporasi ini dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, tahap awal berupa Spin-Off InfraCo Tahap 1 telah dinyatakan efektif berlaku sejak Januari 2026. Kini, Telkom melangkah ke fase berikutnya melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai Rp49,9 triliun. Langkah strategis ini juga dirancang agar selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management yang tengah berupaya mengonsolidasikan berbagai aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mendorong efisiensi dan optimalisasi nilai.

Langkah ini sejalan dengan upaya Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, dalam mendorong akselerasi strategi TLKM 30, khususnya pada pilar unlock value. Strategi ini diwujudkan melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi yang dimiliki perusahaan, mulai dari pusat data (data center), menara telekomunikasi (tower), hingga jaringan kabel serat optik (fiber network). Melalui skema ini, InfraNexia nantinya akan memiliki dan mengelola lebih dari 90 persen dari total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dikuasai langsung oleh Telkom. Aset-aset yang dialihkan tersebut meliputi jaringan akses ke pelanggan, jaringan tulang punggung utama (core backbone), serta berbagai infrastruktur pendukung penting lainnya.

Baca Juga

Unilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten di ESG Award 2026

Unilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten di ESG Award 2026

Dengan pengalihan aset berskala besar ini, kapasitas operasional InfraNexia akan meningkat secara signifikan. Perusahaan ini diproyeksikan akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik di berbagai wilayah. Bentangan kabel serat optik tersebut sudah mencakup sekitar 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang menghubungkan pulau-pulau di Nusantara. Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menjelaskan bahwa perusahaan siap memperkuat layanan utamanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Layanan inti yang akan disediakan oleh InfraNexia mencakup 5G backhaul, wholesale network, FTTx, hingga skema berbagi infrastruktur pasif (passive infrastructure sharing).

Meskipun terjadi pengalihan aset dalam skala besar, kendali atas infrastruktur ini tetap berada di bawah naungan grup BUMN tersebut. Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengonfirmasi bahwa Telkom memegang kepemilikan saham mayoritas yang sangat dominan di InfraNexia, yakni lebih dari 99 persen. Seluruh proses transaksi dan administrasi dalam spin-off ini juga dipastikan berjalan dengan mematuhi ketentuan hukum serta regulasi yang berlaku di Indonesia, termasuk pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga

BGN Pasang Label Batas Konsumsi 4 Jam pada Ompreng Makan Bergizi Gratis

BGN Pasang Label Batas Konsumsi 4 Jam pada Ompreng Makan Bergizi Gratis

Pola pemisahan unit bisnis infrastruktur dan konektivitas wholesale ini sebenarnya merupakan praktik yang lazim di industri telekomunikasi global. Model transformasi bisnis serupa sebelumnya telah sukses diimplementasikan oleh berbagai operator telekomunikasi internasional terkemuka seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telef贸nica, dan KPN. Dengan fokus bisnis yang lebih spesifik, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing infrastruktur digital nasional secara berkelanjutan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNtelekomunikasiTelkomInfraNexia

Berita Terbaru Lainnya

Unilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten di ESG Award 2026BGN Pasang Label Batas Konsumsi 4 Jam pada Ompreng Makan Bergizi GratisKeinginan Menabung Masyarakat Meningkat Namun Kemampuan Menyisihkan Dana MelemahPerkuat Pengawasan Makan Bergizi Gratis, Pejabat Eselon Badan Gizi Nasional Wajib Berkantor di DaerahKeluarga Almarhum Yurizal Nyatakan Kasus Layanan BPJS Kesehatan di RSCM SelesaiPolisi Ungkap Sosok Saepul Pelaku Mutilasi di Depok yang Pernah Jadi Guru Matematika dan Pedagang PiscokGedung Bapenda DKI Kebakaran, Pemprov DKI Atur WFH Bergantian untuk 1.000 ASNPenguatan Industri Perkapalan Nasional, PT PAL Indonesia Dorong Kemandirian Maritim

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap