Setelah berhasil mengamankan swasembada beras pada awal tahun, Indonesia kini memperluas medan tempur ketahanan pangannya. Pemerintah secara resmi mengalihkan bidikan strategis guna mencapai kemandirian pada komoditas gula dan kedelai. Langkah nyata ini ditandai dengan aksi panen raya serentak di 43 titik di seluruh penjuru negeri, yang puncaknya dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Gerakan ini menandai babak baru dalam upaya melepaskan ketergantungan impor pangan secara bertahap.
Fokus baru ini menyasar sektor-sektor krusial yang selama ini kerap membebani neraca impor. Dari sektor tebu saja, panen raya kali ini menjangkau area seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 18,39 juta ton tebu. Jumlah tersebut diproyeksikan menghasilkan 1,36 juta ton gula bersih, atau setara dengan 45 persen dari target produksi gula nasional sepanjang tahun 2026. Sementara itu, untuk komoditas kedelai, pemerintah memusatkan panen di empat lokasi percontohan pengembangan benih unggul lokal. Secara keseluruhan, dari 43 titik panen serentak tersebut, sebarannya meliputi 31 titik padi, 8 titik tebu, dan 4 titik kedelai.








