Proyek pembangunan infrastruktur transportasi udara berskala besar saat ini sedang berlangsung di India. Operator bandara terkemuka asal India, GMR, kini tengah aktif membangun sebuah bandara internasional baru di kawasan Visakhapatnam, yang juga dikenal luas dengan nama Vizag. Bandara baru ini secara resmi dinamai Alluri Sitarama Raju, sebuah nama yang dipilih untuk menghormati jasa pejuang kemerdekaan India yang dahulu berjuang melawan kolonialisme Inggris. Berdasarkan jadwal perencanaan yang telah disusun, bandara internasional tersebut ditargetkan untuk mulai beroperasi secara penuh pada tanggal 17 Agustus 2026.
Pembangunan bandara di wilayah ini didasarkan pada potensi ekonomi daerah yang sangat besar. Visakhapatnam merupakan kota terbesar sekaligus salah satu pusat ekonomi paling penting di negara bagian Andhra Pradesh. Melalui proyek ini, pemerintah setempat berkomitmen untuk memperkuat posisi Vizag sebagai pusat teknologi informasi (TI) serta pusat ekonomi baru di India. Pertumbuhan sektor teknologi di kawasan ini juga semakin nyata dengan masuknya investasi global; raksasa teknologi Nvidia tercatat telah beroperasi di wilayah tersebut, sementara Google saat ini sedang membangun fasilitas AI Data Center Hub.
Untuk merealisasikan infrastruktur megah ini, total biaya pembangunan Bandara Vizag dianggarkan mencapai 56,4 miliar rupee atau setara dengan 591 juta dolar AS. Keseluruhan proyek ini direalisasikan di bawah skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam merancang strategi, operasional, serta penyempurnaan desain untuk Bandara Bhogapuram ini, pihak GMR merujuk langsung pada hasil evaluasi dan pengalaman dari proyek-proyek bandara greenfield terdahulu yang telah mereka bangun di Hyderabad dan Goa.
Progres Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dan Target Ruas Prioritas

Perkembangan proyek strategis ini turut mendapat perhatian khusus dari pemimpin tertinggi pemerintahan India. Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan pernyataan resmi mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur ini bagi masa depan ekonomi negara. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Rabu (5/8/2026), Modi menyatakan bahwa bandara ini akan ikut memperkuat upaya pemerintah dalam membangun Vizag sebagai pusat teknologi informasi dan ekonomi baru di India. Modi juga menambahkan bahwa jalan menuju kemakmuran ekonomi suatu bangsa adalah melalui peningkatan investasi, produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja.
Mengenai kapasitas daya tampung, bandara internasional ini diproyeksikan mampu melayani hingga menebalkan angka enam juta penumpang per tahun. Executive Director dan Chief Innovation Officer GMR Group, SG Kishore, mengutarakan bahwa GMR memiliki target jangka panjang untuk memosisikan Bhogapuram sebagai salah satu pusat penerbangan kelas dunia. Dengan kapasitas dan fasilitas modern tersebut, pihak pengembang optimistis bandara baru ini akan mampu bersaing secara langsung dengan bandara-bandara besar di Asia, termasuk bersaing ketat dengan Bandara Changi di Singapura.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Seiring dengan rencana operasional tersebut, GMR juga mulai menjajaki peluang konektivitas internasional, salah satunya dengan Indonesia. Chairman of Energy & International Airports GMR, Srinivas Bommidala, memberikan penilaian bahwa Indonesia merupakan salah satu negara mitra penting bagi India. Oleh karena itu, penjajakan pembukaan rute penerbangan langsung dari bandara baru di Vizag ke Indonesia kini menjadi salah satu fokus guna mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor ekonomi dan pariwisata.






