apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor

Nyaring AranDiterbitkan 29 Jul 2026 - 10.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan Semikonduktor
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Bursa saham Korea Selatan mengalami tekanan hebat dan guncangan yang sangat signifikan pada sesi perdagangan hari Selasa (28/7). Indeks Harga Saham Komposit Korea, yang lebih dikenal sebagai KOSPI, dilaporkan anjlok hingga hampir 11 persen. Kejatuhan indeks yang sangat drastis ini memaksa pihak otoritas Bursa Efek Korsel untuk mengambil tindakan darurat dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas perdagangan selama 20 menit. Akibat penurunan tajam ini, posisi KOSPI saat ini tercatat telah terkoreksi lebih dari 30 persen apabila dihitung dari posisi puncaknya yang sempat dicapai sekitar satu bulan yang lalu.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Tekanan yang begitu besar di pasar saham ini utamanya didorong oleh meningkatnya kekhawatiran di kalangan pelaku pasar global terkait perkembangan sektor teknologi. Investor merasa cemas bahwa perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global akan menghadapi kesulitan besar dalam mengubah belanja investasi mereka yang sangat masif menjadi keuntungan keuangan yang nyata. Selain masalah monetisasi AI tersebut, kekhawatiran pasar juga dipicu oleh adanya laporan mengenai kemajuan perusahaan milik negara China dalam memproduksi massal mesin pembuat chip tertentu. Laporan ini langsung memunculkan kecemasan baru bahwa industri semikonduktor global akan segera menghadapi kondisi kelebihan pasokan (oversupply) di pasar internasional.

Baca Juga

BCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026

BCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026

Sentimen negatif yang membayangi sektor teknologi tersebut langsung berdampak buruk pada kinerja saham-saham raksasa teknologi di dalam negeri Korea Selatan. Dua emiten produsen chip terbesar di negara itu, yaitu Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc., terpuruk dan masing-masing mencatatkan penurunan nilai saham hingga lebih dari 13 persen. Penurunan tajam yang dialami oleh SK Hynix ini terjadi di saat yang cukup krusial, mengingat laporan kinerja keuangan dari perusahaan semikonduktor tersebut memang dijadwalkan untuk segera dirilis pada hari Rabu (29/7).

Berdasarkan data perdagangan, tekanan jual yang masif sebagian besar datang dari para pemodal internasional. Investor asing dilaporkan melakukan aksi jual bersih (net sell) saham KOSPI dengan nilai yang sangat fantastis, yakni mencapai 4,5 triliun won atau diperkirakan setara dengan sekitar USD 3 miliar. Di sisi lain, fenomena menarik terjadi di mana investor ritel domestik justru memilih untuk menambah kepemilikan saham mereka di tengah tren penurunan harga tersebut. Selain itu, nilai transaksi KOSPI pada perdagangan tengah hari terpantau sangat sepi, dengan angka transaksi tercatat lebih dari 30 persen di bawah rata-rata transaksi selama 30 hari terakhir. Penurunan tajam pada kontrak berjangka juga sempat membuat Bursa Efek Korsel menghentikan sementara transaksi perdagangan program (program trading).

Baca Juga

Menkeu Purbaya Ungkap 490 Daerah Berpotensi Terima Tambahan Dana TKD

Menkeu Purbaya Ungkap 490 Daerah Berpotensi Terima Tambahan Dana TKD

Langkah penghentian perdagangan sementara atau kebijakan circuit breaker yang diterapkan pada hari Selasa ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar saham Korea Selatan sepanjang tahun. Tercatat bahwa dari total 14 kali penerapan kebijakan circuit breaker di KOSPI sejak tahun 2000 silam, sebanyak delapan kali di antaranya justru terjadi sepanjang tahun ini saja. Padahal, sebelum tahun ini, mekanisme penghentian darurat seperti ini biasanya hanya diaktifkan ketika pasar mengalami disrupsi global yang sangat luar biasa, seperti saat merebaknya pandemi COVID-19 atau ketika terjadi eskalasi konflik militer dengan Iran. Perkembangan kondisi pasar yang dinamis ini terus dipantau secara ketat oleh para pelaku industri keuangan terkemuka, seperti Eugene Asset Management yang dipimpin oleh Chief Investment Officer Ha SeokKeun, serta Kyobo Life Insurance Co. melalui Head of Active Equity Management Jason Minsang Kam.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sahamKorea SelatanKOSPIBursa Efek KorselSamsung ElectronicsSK Hynix

Berita Terbaru Lainnya

BCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS, Bank Indonesia Optimalkan Triple Intervention dan SRBIMenkeu Purbaya Ungkap 490 Daerah Berpotensi Terima Tambahan Dana TKDPT Bina Karya Digugat Puluhan Karyawan, Mengapa Badan Usaha Otorita IKN Ini Masuk Meja Hijau?The Affair Was Just the Beginning, Jadwal Tayang, Sinopsis, dan Cara Nonton di ViuKPK Gelar OTT di Pemalang, Bupati Anom Widiyantoro Turut DiamankanUpdate Klasemen Piala AFF 2026, Singapura dan Malaysia Memimpin, Cek Jadwal Matchday 3Mengenal KDKMP, Bagaimana Perpres Baru Akan Mengatur Koperasi Desa Merah Putih?

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap