Nilai impor Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada periode Juni 2026. Berdasarkan data terbaru, total nilai impor pada bulan tersebut menembus angka US$ 25,91 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 34,27 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada Juni 2025. Peningkatan yang sangat tajam ini utamanya didorong oleh membumbungnya impor sektor minyak dan gas (migas).
Lonjakan nilai impor tersebut membawa dampak langsung terhadap kondisi neraca perdagangan luar negeri Indonesia. Pada Juni 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan defisit sebesar US$ 450 juta. Hal ini terjadi karena nilai ekspor pada bulan yang sama hanya mencapai US$ 25,46 miliar, yang berarti lebih rendah dibandingkan dengan total impor yang menyentuh US$ 25,91 miliar. Defisit ini sepenuhnya dipicu oleh








