apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Impor RI Melonjak Tajam pada Juni 2026, Sektor Migas Jadi Pemicu Defisit Neraca Perdagangan

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 4 Agu 2026 - 17.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Impor RI Melonjak Tajam pada Juni 2026, Sektor Migas Jadi Pemicu Defisit Neraca Perdagangan
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Nilai impor Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada periode Juni 2026. Berdasarkan data terbaru, total nilai impor pada bulan tersebut menembus angka US$ 25,91 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 34,27 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada Juni 2025. Peningkatan yang sangat tajam ini utamanya didorong oleh membumbungnya impor sektor minyak dan gas (migas).

Lonjakan nilai impor tersebut membawa dampak langsung terhadap kondisi neraca perdagangan luar negeri Indonesia. Pada Juni 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan defisit sebesar US$ 450 juta. Hal ini terjadi karena nilai ekspor pada bulan yang sama hanya mencapai US$ 25,46 miliar, yang berarti lebih rendah dibandingkan dengan total impor yang menyentuh US$ 25,91 miliar. Defisit ini sepenuhnya dipicu oleh

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
sektor migas
yang mengalami tekor hingga US$ 3,49 miliar, dengan komoditas utama penyumbang defisit berupa hasil minyak serta minyak mentah. Di sisi lain, neraca perdagangan non-migas sebenarnya masih mencatatkan surplus sebesar US$ 3,04 miliar, yang ditopang oleh ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, memaparkan rincian kenaikan impor tersebut. Impor migas melonjak drastis sebesar 105,15 persen atau setara dengan US$ 4,56 miliar. Sementara itu, impor non-migas juga mengalami kenaikan sebesar 25,05 persen atau senilai US$ 21,35 miliar. Untuk pasokan impor migas ini, Singapura masih menjadi negara asal utama dengan pangsa sebesar 28,36 persen. Posisi berikutnya diikuti oleh Malaysia dengan kontribusi sebesar 19,72 persen dan Amerika Serikat sebesar 8,55 persen.

Baca Juga

Pilihan Aplikasi Reksadana Terbaik 2026 untuk Diversifikasi Portofolio Multi-Aset

Pilihan Aplikasi Reksadana Terbaik 2026 untuk Diversifikasi Portofolio Multi-Aset

Sebagai perbandingan historis mengenai asal pasokan minyak mentah, data mencatat bahwa pada periode Januari hingga Juni 2006, negara pemasok utama minyak mentah ke Indonesia adalah Nigeria dengan pangsa sebesar 24,91 persen, Angola sebesar 15,41 persen, dan Saudi Arabia sebesar 13,62 persen.

Bila melihat pergerakan impor minyak mentah sepanjang semester pertama tahun 2026, fluktuasi volume dan nilai terlihat cukup dinamis dari bulan ke bulan. Pada Januari 2026, volume impor minyak mentah tercatat sebanyak 2,52 juta ton dengan nilai US$ 1,20 juta. Memasuki Februari 2026, volume impor menyusut ke angka 610 ribu ton dengan nilai US$ 280 ribu. Tren kembali naik pada Maret 2026 dengan volume mencapai 1,56 juta ton senilai US$ 850 ribu, disusul April 2026 yang mencapai 1,60 juta ton dengan nilai US$ 1,09 juta. Selanjutnya pada Mei 2026, volume tercatat sebesar 710 ribu ton, dan pada Juni 2026 nilai impor minyak mentah tercatat sebesar US$ 1,72 juta.

Baca Juga

Akses Keuangan Digital BNI untuk Mahasiswa Indonesia di Hong Kong

Akses Keuangan Digital BNI untuk Mahasiswa Indonesia di Hong Kong

Secara kumulatif selama paruh pertama tahun 2026, yaitu dari Januari hingga Juni, total nilai impor Indonesia mencapai US$ 137,24 miliar. Angka kumulatif ini tumbuh sebesar 18,69 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, impor migas tercatat senilai US$ 22 miliar atau naik 38,71 persen, sedangkan impor non-migas mencapai US$ 115,23 miliar atau naik sebesar 15,5 persen. Selama enam bulan pertama tahun 2026 ini, impor minyak mentah secara kumulatif mencapai US$ 16,16 miliar dan impor hasil minyak mencapai US$ 5,85 -miliar.

Meskipun mengalami defisit pada bulan Juni, secara keseluruhan neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 masih mencatatkan surplus kumulatif sebesar US$ 3,58 -miliar. Surplus kumulatif ini berhasil dipertahankan berkat kinerja neraca perdagangan non-migas yang surplus sebesar US$ 19,35 miliar, yang mampu menutupi defisit neraca perdagangan migas yang mencapai US$ 15,77 miliar selama semester pertama tahun tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sektor MigasBadan Pusat StatistikNeraca Perdaganganimpor indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Amsakar Achmad Tegaskan Pentingnya Transmigrasi untuk Pemerataan PembangunanBPJS Kesehatan Rangkul Empat Kementerian dan Lembaga demi Keberlanjutan Program JKNPilihan Aplikasi Reksadana Terbaik 2026 untuk Diversifikasi Portofolio Multi-AsetAkses Keuangan Digital BNI untuk Mahasiswa Indonesia di Hong KongBulog Jamin Bahan Pangan Makan Bergizi Gratis Gunakan Produk Premium Bukan Barang SubsidiPemerintah Naikkan Margin Penugasan BULOG Jadi 7 Persen, Proyeksikan Laba Bersejarah pada Akhir 2026Pemerintah Targetkan Rasio Kewirausahaan Nasional Capai 8 Persen pada 2045Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Pengganti LPG Memasuki Tahap Akhir

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap