Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja yang menggembirakan pada transaksi perdagangan yang berlangsung pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat secara konsisten sepanjang hari hingga berhasil menembus dan bertahan di atas level psikologis 6.300. Lonjakan ini terjadi seiring dengan kembalinya kepercayaan investor portofolio internasional terhadap aset-aset keuangan dalam negeri.
Merujuk pada data pergerakan pasar dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat sebesar 1,37 persen dan parkir di level 6.319,61 pada akhir perdagangan. Pencapaian ini sekaligus menetapkan rekor baru sebagai level penutupan tertinggi yang berhasil diraih oleh indeks saham gabungan dalam beberapa pekan belakangan ini. Penguatan indeks ini memberikan sinyal positif bagi iklim investasi di tanah air.
Aktivitas pasar pada hari tersebut diwarnai oleh aliran modal masuk dari luar negeri yang cukup deras. Investor asing secara akumulatif mencatatkan beli bersih (net buy) dengan nilai total mencapai Rp623,5 miliar di seluruh pasar. Kehadiran aliran dana asing ini memberikan likuiditas tambahan yang mendorong kenaikan harga saham-saham berbobot besar terhadap indeks.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Bila ditelisik lebih lanjut, aktivitas akumulasi beli oleh investor asing ini sebagian besar terfokus pada saham-saham dari sektor perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar sangat besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi instrumen investasi yang paling banyak diborong oleh para pemodal asing pada perdagangan Selasa tersebut. Nilai beli bersih asing pada saham bank swasta terbesar di Indonesia ini menyentuh angka Rp404,4 kali lipat dari transaksi biasa, dengan nilai bersih mencapai Rp404,4 miliar.
Aksi borong saham oleh asing juga menyasar saham-saham perbankan milik badan usaha milik negara (BUMN). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp129,9 miliar. Di posisi berikutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga diminati dengan mencatatkan net buy asing mencapai Rp116,1 miliar.
Selain sektor keuangan, minat investor asing juga mengalir ke sektor komoditas dan tambang. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp101,2 miliar. Sementara itu, saham perbankan BUMN lainnya, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), melengkapi daftar saham utama yang paling banyak dikoleksi dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp94,1 miliar.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Di luar kelompok saham berkapitalisasi pasar terbesar tersebut, investor asing juga terlihat menyebarkan portofolionya ke berbagai emiten dari sektor yang beragam. Beberapa saham yang turut menjadi target akumulasi beli asing pada hari perdagangan yang sama adalah PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Timah Tbk. (TINS), PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), serta emiten pengelola jaringan ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI).
Kendati pasar saham domestik memperlihatkan performa yang solid dengan kembalinya aliran modal asing ke saham-saham unggulan, para pelaku pasar tetap perlu memperhatikan dinamika global dan domestik ke depan. Keberlanjutan aksi beli bersih oleh investor asing ini masih harus diuji dalam beberapa hari perdagangan mendatang untuk melihat apakah sentimen positif ini bersifat jangka panjang atau hanya respons sesaat terhadap kondisi pasar global.






