Bagaimana mungkin indeks saham utama di dalam negeri terus melaju di zona hijau, sementara investor asing justru sibuk menarik dana mereka dari pasar modal Indonesia? Pertanyaan ini kerap muncul di benak para pelaku pasar ketika melihat adanya anomali pergerakan pasar. Fenomena inilah yang terjadi pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Rabu, 5 Agustus 2026. Di satu sisi, indeks acuan menunjukkan performa yang cukup solid dengan melanjutkan tren kenaikannya, namun di sisi lain, data mencatat bahwa pemodal luar negeri justru kembali melakukan aksi jual bersih.
Berdasarkan data resmi dari BEI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan dengan apresiasi sebesar 0,50 persen. Kenaikan sebesar 31,53 poin ini membawa indeks mendarat ke level 6.351,14 pada akhir hari perdagangan. Penguatan ini ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona positif. Tercatat sebanyak 422 saham mengalami kenaikan harga, sementara 223 saham mengalami pelemahan, dan 318 saham lainnya bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga yang berarti.
Aktivitas perdagangan pada hari tersebut juga tergolong sangat ramai dengan nilai transaksi di seluruh pasar tercatat menembus angka Rp14,91 triliun. Adapun volume perdagangan yang terjadi di lantai bursa mencapai 39,26 miliaran lembar saham yang berpindah tangan melalui 2,316 juta kali transaksi. Angka-angka ini mencerminkan tingginya minat transaksi di kalangan pelaku pasar domestik yang tampaknya menjadi motor penggerak utama di balik bertahannya IHSG di zona hijau sepanjang hari tersebut.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Meski demikian, gairah pasar lokal tersebut tidak diikuti oleh investor asing. Data BEI menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp182,8 miliar di seluruh pasar pada Rabu kemarin. Menariknya, tekanan jual dari pihak asing ini tidak tersebar merata, melainkan sangat terkonsentrasi pada jajaran saham dengan kapitalisasi pasar besar (big-cap). Saham-saham berkapitalisasi jumbo yang biasanya menjadi buruan utama asing justru menjadi target pelepasan portofolio terbesar mereka kali ini.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. dengan kode saham TLKM menjadi saham yang paling banyak dilego oleh investor asing pada perdagangan tersebut. Nilai jual bersih asing pada saham emiten telekomunikasi pelat merah ini mencapai Rp157,9 miliar. Tidak jauh di belakangnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mengalami tekanan jual yang signifikan dengan catatan net sell asing sebesar Rp138 miliar. Pelepasan saham-saham sektor infrastruktur dan petrokimia ini menjadi penyumbang terbesar dari total nilai penjualan bersih asing.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Selain TLKM dan TPIA, dua saham berkapitalisasi besar lainnya yang juga dilepas oleh investor asing adalah PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Nilai jual bersih asing untuk saham ASII tercatat mencapai Rp84,9 miliar, sedangkan untuk saham BBRI berada di angka Rp84,4 miliar. Meskipun saham-saham berbobot besar ini mengalami tekanan jual dari asing, kekuatan beli investor domestik tampaknya cukup kokoh untuk menopang pergerakan IHSG hingga tetap berakhir di zona apresiasi. Perbedaan arah antara pergerakan indeks dan arus modal asing ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku pasar untuk tetap cermat dalam menganalisis dinamika pasar ke depan.






