Pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika menarik sepanjang tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus kembali level psikologis 6.000. Pencapaian ini didorong oleh aksi beli yang kuat dari investor domestik, terutama kategori ritel, di tengah derasnya aliran modal asing yang keluar dari pasar modal dalam negeri.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat sebesar 113,48 poin atau naik 1,92% ke level 6.186,36 pada penutupan tanggal 13 Juli 2026. Tren penguatan ini terus terjaga, di mana per 30 Juli 2026, indeks saham domestik tersebut mampu bertahan di posisi 6.196,43. Pemulihan ini menjadi angin segar setelah IHSG sempat mengalami tekanan berat sejak awal tahun. Dari posisi awal tahun yang berada di level 8.748,13, indeks sempat terkoreksi cukup dalam hingga lebih dari 30%.








