apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

IHSG Kembali ke Level 6.000 di Tahun 2026, Investor Ritel Domestik Topang Pasar Saat Asing Lakukan Aksi Jual

Togar PanjaitanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 15.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Kembali ke Level 6.000 di Tahun 2026, Investor Ritel Domestik Topang Pasar Saat Asing Lakukan Aksi Jual
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika menarik sepanjang tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus kembali level psikologis 6.000. Pencapaian ini didorong oleh aksi beli yang kuat dari investor domestik, terutama kategori ritel, di tengah derasnya aliran modal asing yang keluar dari pasar modal dalam negeri.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat sebesar 113,48 poin atau naik 1,92% ke level 6.186,36 pada penutupan tanggal 13 Juli 2026. Tren penguatan ini terus terjaga, di mana per 30 Juli 2026, indeks saham domestik tersebut mampu bertahan di posisi 6.196,43. Pemulihan ini menjadi angin segar setelah IHSG sempat mengalami tekanan berat sejak awal tahun. Dari posisi awal tahun yang berada di level 8.748,13, indeks sempat terkoreksi cukup dalam hingga lebih dari 30%.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Pelemahan indeks yang terjadi sebelumnya tidak lepas dari aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing. Hingga data per 30 Juli 2026, akumulasi aksi jual bersih investor asing telah menembus angka Rp71,17 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada tiga faktor utama yang memicu pelemahan indeks sepanjang semester pertama tahun 2026. Faktor-faktor tersebut meliputi ketidakpastian global, persepsi investor terhadap kebijakan domestik, serta adanya penataan ulang portofolio (rebalancing) oleh dana global.

Baca Juga

Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Semakin Ramai, Bagaimana Operator Jalan Tol Meraup Cuan?

Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Semakin Ramai, Bagaimana Operator Jalan Tol Meraup Cuan?

Di sisi makroekonomi, Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia mengalami penurunan ke level 46,9 pada bulan Juni, yang menandakan aktivitas manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi. Selain itu, inflasi tahunan merangkak naik ke angka 3,34% secara year-on-year. Tekanan juga terlihat dari neraca perdagangan bulan Mei 2026 yang mencatatkan defisit sebesar US$1,61 miliar. Defisit neraca perdagangan ini merupakan yang pertama kalinya dialami Indonesia sejak April 2020.

Sentimen domestik juga diwarnai oleh perubahan kepemimpinan di Bank Indonesia. Pada tanggal 25 Juli 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan pribadi. Guna menjaga stabilitas, Dewan Gubernur Bank Indonesia kemudian menunjuk Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti untuk menjabat sebagai pejabat gubernur sementara terhitung mulai tanggal 26 Juli 2026. Meski dilingkupi berbagai tantangan ekonomi dan transisi kepemimpinan, S&P Global Ratings tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook yang stabil.

Baca Juga

Kementerian Sekretariat Negara Setor PNBP Rp1,06 Triliun, GBK dan Kemayoran Sumbang Kas Negara

Kementerian Sekretariat Negara Setor PNBP Rp1,06 Triliun, GBK dan Kemayoran Sumbang Kas Negara

Di tengah keluarnya dana asing, kekuatan pasar modal Indonesia justru ditopang oleh pertumbuhan pesat investor lokal. Data menunjukkan pertumbuhan signifikan pada partisipasi masyarakat. Hingga tanggal 30 Juni 2026, total investor pasar modal di Indonesia telah mencapai 28,96 juta SID, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 42,3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara khusus, jumlah investor saham tercatat sebanyak 9,56 juta SID per April 2026, tumbuh sebesar 11,14% dari posisi akhir tahun 2025.

Sebagai perbandingan dengan instrumen global pada periode yang sama, per tanggal 13 Juli 2026, indeks S&P 500 berada di posisi 7.572, sedangkan aset kripto Bitcoin diperdagangkan di kisaran harga US$64.000. Perkembangan pasar domestik menunjukkan bahwa kekuatan investor ritel lokal kini memiliki pengaruh yang semakin signifikan dalam menopang pergerakan IHSG ketika terjadi volatilitas global dan hengkangnya modal asing.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKpasar modalIHSGEkonomi IndonesiaBank IndonesiaInvestor Ritel

Berita Terbaru Lainnya

Pelaku Begal Motor di Legok yang Lolos dari Amuk Massa Ditangkap di Jakarta BaratPolda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Dua Laporan Kasus yang Menjerat Vicky PrasetyoPakar Minta Publik Kawal RUU Perampasan Aset demi Reformasi HukumDiduga Pungli Sopir Truk Rp 1,7 Juta, Petugas Dishub Kota Bekasi Terancam Dipecat Tidak HormatStaf Bocorkan Data Kasus Bupati Pemalang, KPK Susun Protap Dokumen RahasiaAldila Sutjiadi dan Erin Routliffe Sabet Gelar Ganda Putri di Mubadala Citi DC Terbuka 2026Lolos ke Final Taipei Terbuka 2026, Leo/Daniel Siap Hadapi Tantangan Ganda Putra MalaysiaLalu Lintas Tol BSD dan Makassar Semakin Ramai, Bagaimana Operator Jalan Tol Meraup Cuan?

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap