Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari Selasa (4/8). Indeks diperkirakan akan melaju pada rentang level 6.358 hingga 6.454. Proyeksi rebound ini muncul setelah pada perdagangan hari Senin (3/8) sebelumnya, indeks ditutup melemah tipis sebesar 1,63 poin atau sekitar 0,03 persen ke level 6.234,93. Sentimen positif yang menopang pergerakan indeks kali ini datang dari kombinasi rilis data inflasi domestik yang tetap terkendali serta tren penurunan harga minyak mentah di pasar global.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase akumulasi. Kondisi tersebut membuka potensi bagi indeks saham domestik untuk melanjutkan ekspansi dan membentuk momentum bullish dalam jangka pendek. Meskipun demikian, para investor perlu mencermati beberapa indikator pasar. Indikator teknikal seperti Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) saat ini masih menunjukkan sinyal negatif. Di sisi lain, penguatan volume transaksi yang terjadi di pasar menjadi katalis positif yang mendukung potensi penguatan indeks tersebut. Selain itu, valuasi saham di Indonesia dinilai masih relatif menarik bagi para investor asing maupun domestik, dengan rasio Price to Earnings (P/E) yang berada di level 9,30x.








