Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Senin (3/8). Prospek positif ini muncul setelah indeks ditutup menguat sebesar 49,762 poin atau 0,80 persen ke level 6.236,126 pada penutupan perdagangan hari Jumat (31/7). Performa tersebut sekaligus menandai keberhasilan IHSG menutup perdagangan Juli 2026 di zona positif setelah mencatatkan imbal hasil bulanan yang negatif selama enam bulan berturut-turut.
Menurut analisis dari MNC Sekuritas, secara teknikal IHSG saat ini masih berada dalam tren kenaikan. Pergerakan indeks juga terpantau telah berhasil menembus level rata-rata pergerakan harian atau Moving Average 20 (MA20). Berdasarkan kondisi tersebut, MNC Sekuritas memproyeksikan indeks berpeluang melanjutkan penguatannya dengan target sasaran di kisaran 6.352 hingga 6.545. Meski demikian, para investor diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek yang dapat membawa indeks ke rentang area 6.108 hingga 6.187.
Di sisi lain, level support IHSG diproyeksikan berada di angka 6.029 dan 5.839. Sementara itu, level resistance indeks diperkirakan akan berada pada rentang 6.266 hingga 6.377. Sejalan dengan proyeksi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG akan melanjutkan tren penguatan pada pekan ini dengan menguji level 6.300 hingga 6.380.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Dari sisi sentimen global, pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street mencatatkan kinerja positif dengan indeks-indeks utamanya ditutup menguat pada perdagangan hari Jumat (31/7) yang didorong oleh kenaikan saham Amazon. Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) menunjukkan peningkatan, di mana yield tenor 30 tahun naik ke level 5,25 persen yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2007. Sementara itu, yield tenor 10 tahun mencapai 4,7 persen, mencatatkan level tertingginya sejak Januari 2025.
Komoditas minyak mentah Brent ditutup naik sebesar 1,2 persen hingga mendekati level USD 88 per barel. Sepanjang bulan Juli 2026, harga minyak Brent telah melonjak hampir 24 persen, mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak bulan Maret. Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pelaku pasar pada pekan ini akan memantau dengan cermat perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait dampaknya terhadap harga minyak dunia serta prospek inflasi global.
Investor global juga akan menaruh perhatian pada pergerakan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) menjelang rilis laporan keuangan dari SpaceX dan AMD. Selain itu, rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Fed, pada pertemuan bulan September mendatang.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Dari dalam negeri, sejumlah agenda ekonomi penting dijadwalkan rilis sepanjang pekan ini. Pada hari Senin (3/8), pasar akan mencermati rilis PMI manufaktur, angka inflasi, serta neraca perdagangan. Selanjutnya, data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II 2026 dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu (5/8). Pada hari Jumat (7/8), giliran data cadangan devisa serta indeks harga properti yang akan diumumkan. Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026 diperkirakan menjadi sentimen positif tambahan bagi pasar saham domestik.
Untuk perdagangan pekan ini, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang layak dicermati oleh para pelaku pasar, yaitu BRMS, ENRG, MBMA, dan PSAB. Di sisi lain, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan utama (top picks) untuk dipantau sepanjang pekan ini, yaitu ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP.






