Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki bahan bakar untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Kamis (6/8). Optimisme ini muncul setelah indeks acuan dalam negeri tersebut berhasil parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan hari sebelumnya. Kendati demikian, para pelaku pasar tetap diimbau untuk waspada mengingat adanya risiko koreksi jangka pendek serta keterbatasan ruang kenaikan yang membayangi pergerakan indeks hari ini.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan bahwa IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Menurut estimasinya, indeks berpotensi bergerak naik untuk menguji rentang area di level 6.403 hingga 6.420. Meskipun peluang penguatan itu terbuka, Herditya memberikan catatan bahwa potensi koreksi dalam jangka pendek tetap perlu diwaspadai oleh para investor.
Secara lebih rinci, Herditya menyarankan agar pelaku pasar mencermati kemungkinan terjadinya pembalikan arah jangka pendek. Jika pembalikan arah ini terjadi, indeks berisiko kembali ke kisaran 6.324 hingga 6.341. Untuk perdagangan hari ini, ia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan level support di angka 6.201 dan 6.029, sementara level resistance berada di angka 6.377 dan 6.454. Beberapa saham pilihan yang direkomendasikan oleh Herditya untuk dicermati investor meliputi ADRO, ASII, BKSL, dan EXCL.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Di sisi lain, pandangan senada namun dengan penekanan yang sedikit berbeda datang dari Ivan Rosanova, analis Binaartha Sekuritas. Ivan menilai bahwa IHSG memang masih berpeluang untuk melanjutkan laju positifnya pada perdagangan hari ini. Hanya saja, ia mengingatkan bahwa ruang kenaikan bagi indeks saham domestik saat ini diperkirakan sudah mulai terbatas.
Menurut analisis Ivan, arah pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada kemampuannya melewati titik jenuh tertentu. Jika indeks mampu menembus level resistance Fibonacci yang berada di angka 6.392, maka IHSG berpotensi memperpanjang reli kenaikannya hingga mencapai level 6.545. Pencapaian ini sekaligus akan membentuk level tertinggi baru bagi indeks. Namun, Ivan mengingatkan bahwa setelah target kenaikan tersebut tercapai, IHSG diperkirakan berpeluang besar untuk memasuki fase koreksi.
Untuk memetakan pergerakan hari ini, Ivan memprediksi IHSG akan bergerak pada rentang support di level 6.255, 6.183, dan 6.020. Sementara itu, area resistance yang perlu diperhatikan berada di level 6.392, 6.545, dan 6.700. Di tengah kondisi pasar yang demikian, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang layak dipantau oleh para investor, di antaranya adalah AMRT, BBNI, dan UNVR.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Sebagai kilas balik dari perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat pada perdagangan Rabu (5/8) sore dengan parkir di level 6.351. Posisi tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 31,52 poin atau menguat 0,50 persen dibandingkan dengan penutupan pada hari perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data dari RTI Infokom, aktivitas transaksi di pasar saham pada hari Rabu kemarin berlangsung cukup aktif. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,93 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 40,35 miliar lembar saham. Kekuatan pasar pada perdagangan kemarin juga terlihat dari dominasi saham-saham yang menghijau, di mana sebanyak 406 saham terpantau mengalami penguatan, sedangkan 208 saham mengalami penurunan, dan 178 saham lainnya ditutup stagnan tanpa mengalami perubahan harga.






