Nilai ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) beserta produk turunannya mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,32 persen secara tahunan selama semester pertama tahun 2026. Pencapaian ini memperkuat arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong pengolahan bahan mentah di dalam negeri sebelum dikirim ke pasar internasional. Penguatan sektor ini menjadi salah satu penopang utama stabilitas neraca perdagangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi CPO merupakan senjata strategis untuk mendongkrak ekspor Indonesia secara berkelanjutan. Upaya meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit di dalam negeri dinilai krusial karena Indonesia memiliki posisi tawar yang dominan di kancah internasional. Indonesia bersama Malaysia secara kolektif menguasai sekitar 80 persen dari total produksi CPO global. Dengan dominasi pasokan yang begitu besar, kebijakan hilirisasi diharapkan mampu memberikan kendali lebih besar bagi Indonesia dalam menentukan rantai nilai industri sawit dunia.








