apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Hilirisasi CPO Jadi Senjata Strategis Dongkrak Ekspor Indonesia pada Paruh Pertama 2026

Nyaring AranDiterbitkan 5 Agu 2026 - 15.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Hilirisasi CPO Jadi Senjata Strategis Dongkrak Ekspor Indonesia pada Paruh Pertama 2026
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Nilai ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) beserta produk turunannya mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,32 persen secara tahunan selama semester pertama tahun 2026. Pencapaian ini memperkuat arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong pengolahan bahan mentah di dalam negeri sebelum dikirim ke pasar internasional. Penguatan sektor ini menjadi salah satu penopang utama stabilitas neraca perdagangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi CPO merupakan senjata strategis untuk mendongkrak ekspor Indonesia secara berkelanjutan. Upaya meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit di dalam negeri dinilai krusial karena Indonesia memiliki posisi tawar yang dominan di kancah internasional. Indonesia bersama Malaysia secara kolektif menguasai sekitar 80 persen dari total produksi CPO global. Dengan dominasi pasokan yang begitu besar, kebijakan hilirisasi diharapkan mampu memberikan kendali lebih besar bagi Indonesia dalam menentukan rantai nilai industri sawit dunia.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Kenaikan kinerja ekspor sektor pertanian pada paruh pertama tahun ini tidak lepas dari pergerakan harga komoditas di pasar internasional. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja ekspor pertanian dari bulan Januari hingga Juni 2026 sebagian besar didorong oleh kenaikan harga CPO global. Secara kumulatif, nilai ekspor dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan selama enam bulan pertama tahun 2026 sukses menyentuh angka 2,59 miliar dolar AS. Jumlah tersebut menandai pertumbuhan sebesar 1,84 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Khusus pada bulan Juni 2026, nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat sebesar 485,8 juta dolar AS.

Baca Juga

Kampus di Amerika Serikat Mulai Membuka Jurusan Khusus Kreator Konten

Kampus di Amerika Serikat Mulai Membuka Jurusan Khusus Kreator Konten

Perkembangan positif pada komoditas pertanian ini juga sejalan dengan pertumbuhan total ekspor nasional. Indonesia membukukan total nilai ekspor sebesar 140,81 miliar dolar AS sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, yang menunjukkan kenaikan sebesar 4,13 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang kuat oleh sektor nonmigas yang mengalami peningkatan sebesar 4,90 persen dengan nilai mencapai 134,58 miliar dolar AS. Sementara itu, untuk kinerja bulanan pada Juni 2026, total ekspor nasional tercatat mencapai 25,46 miliar dolar AS, atau tumbuh sebesar 8,84 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Dari sisi pengelompokan barang, kelompok HS15 yang mencakup lemak dan minyak hewan atau nabati menunjukkan performa yang solid dengan pertumbuhan mencapai 10,45 persen. Komoditas CPO, bersama dengan besi dan baja serta batu bara, tetap memegang peranan vital sebagai pilar utama ekspor nonmigas Indonesia. Secara kumulatif, ketiga komoditas andalan tersebut menyumbang 28,30 persen dari keseluruhan nilai ekspor nonmigas nasional sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Baca Juga

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana Asosiasi Pembangunan Internasional

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana Asosiasi Pembangunan Internasional

Meskipun kelompok komoditas utama tersebut menjadi kontributor terbesar, kinerja masing-masing sektor menunjukkan dinamika yang berbeda selama enam bulan pertama tahun 2026. Ekspor batu bara masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun tipis, yakni sebesar 0,63 persen. Di sisi lain, ekspor besi dan baja justru mengalami sedikit tekanan dengan penurunan sebesar 0,16 persen pada paruh pertama tahun ini. Perbedaan kinerja ini menunjukkan adanya tantangan tersendiri bagi masing-masing sektor industri dalam menjaga konsistensi ekspor di pasar global.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PertanianBadan Pusat Statistikekspor CPOhilirisasi sawit

Berita Terbaru Lainnya

Kemendag Tegaskan Program Minyakita Bebas APBN dan Andalkan Skema DMOKampus di Amerika Serikat Mulai Membuka Jurusan Khusus Kreator KontenBank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana Asosiasi Pembangunan InternasionalKemenhub Siapkan SuperApp Transportasi untuk Integrasikan Layanan Penumpang dan Barang hingga Daerah 3TPIHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan Hari Ini, Cermati Rekomendasi Saham PilihanBGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Pascaputusan Mahkamah KonstitusiGubernur Kalimantan Utara Promosikan Hilirisasi dan Energi Hijau di Apindo Expo 2026OJK Bantah Isu Defisit Anggaran 2025, Jelaskan Dampak Transisi UU P2SK

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap