apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga Tomat Anjlok, Bapanas Minta Pemerintah Daerah Gelar Aksi Bela Beli

Domu TobingDiterbitkan 29 Jul 2026 - 09.45 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Tomat Anjlok, Bapanas Minta Pemerintah Daerah Gelar Aksi Bela Beli
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta jajaran pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengatasi anjloknya harga tomat di tingkat produsen. Pemerintah daerah diimbau untuk menginisiasi gerakan atau aksi "bela beli" komoditas tomat langsung dari para petani guna menyelamatkan mereka dari kerugian yang lebih besar akibat melimpahnya hasil produksi di berbagai sentra pertanian.

Sebagai langkah konkret, Bapanas telah memelopori aksi beli tomat secara internal pada hari Senin (27/7/2026). Aksi solidaritas yang diselenggarakan di kantor Bapanas, Jakarta, tersebut melibatkan partisipasi aktif dari para pegawai lembaga untuk membeli tomat hasil panen yang didatangkan langsung dari petani asal Kabupaten Cianjur. Dalam kegiatan ini, tomat-tomat dari petani Cianjur dibeli dengan harga Rp 6.500 per kilogram, nilai yang jauh lebih layak dibandingkan harga jual di tingkat petani saat ini.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Penurunan harga tomat di tingkat petani belakangan ini memang terbilang sangat drastis dan mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan yang ada, harga tomat yang biasanya mampu bertahan di kisaran Rp 12.000 per kilogram kini mengalami koreksi yang sangat tajam. Di lapangan, harga komoditas hortikultura ini merosot hingga menyentuh angka hampir Rp 1.000 sampai Rp 1.600 saja per kilogramnya. Kondisi ini dinilai sangat menekan pendapatan dan mengancam kelangsungan usaha para petani.

Baca Juga

BCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026

BCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan wilayah untuk meredam dampak penurunan harga ini. Ketut secara terbuka mengajak para kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, untuk segera bergerak. Ia meminta mereka menggerakkan dinas-dinas terkait di wilayah masing-masing agar ikut serta mendukung dan menyukseskan aksi bela beli produk pertanian lokal tersebut.

Dalam aksi penyelamatan harga kali ini, Bapanas secara khusus memfasilitasi pemasaran tomat segar yang dipasok langsung dari Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Upaya fasilitasi ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang sehingga para petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih adil dan menguntungkan di tengah situasi pasar yang sedang lesu.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi para petani tidak hanya sebatas persoalan harga. Kondisi iklim juga menjadi faktor penentu dalam proses produksi. Nana Ariatna, salah satu petani tomat yang mewakili kelompok tani asal Kabupaten Cianjur, menjelaskan bahwa kondisi kemarau yang cukup panjang pada musim ini sebenarnya telah membuat banyak tanaman tidak dapat tumbuh dengan optimal. Kendati pertumbuhan sebagian tanaman terganggu akibat keterbatasan air, melimpahnya produksi secara kumulatif di wilayah tersebut tetap memicu kejatuhan harga yang signifikan.

Baca Juga

Menkeu Purbaya Ungkap 490 Daerah Berpotensi Terima Tambahan Dana TKD

Menkeu Purbaya Ungkap 490 Daerah Berpotensi Terima Tambahan Dana TKD

Sebagai bagian dari upaya perluasan pasar dan penyaluran hasil panen yang melimpah, kelompok tani yang diwakili oleh Nana Ariatna dilaporkan telah memasok sekitar 3,3 ton tomat ke wilayah Jakarta. Selain itu, mereka juga mengirimkan sekitar 4 ton tomat ke wilayah Bogor guna memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus menjaga pasokan di pasar-pasar penyangga ibu kota.

Dengan adanya dorongan dari pemerintah pusat serta keterlibatan aktif dari pemerintah daerah melalui aksi bela beli, diharapkan harga tomat di tingkat petani dapat segera merangkak naik menuju tingkat yang wajar dan stabil. Langkah ini krusial agar para petani tidak terus-menerus menanggung kerugian yang dapat mengancam ketahanan pangan di masa mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BapanaspertanianHarga TomatPetani CianjurAksi Bela BeliI Gusti Ketut Astawa

Berita Terbaru Lainnya

Era Suku Bunga Tinggi, Bankir Cemas Likuiditas Mengetat dan Margin Keuntungan TertekanBCA Bukukan Laba Bersih Konsolidasian Rp29,5 Triliun pada Semester I-2026Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.055 per Dolar AS, Bank Indonesia Optimalkan Triple Intervention dan SRBIMenkeu Purbaya Ungkap 490 Daerah Berpotensi Terima Tambahan Dana TKDPT Bina Karya Digugat Puluhan Karyawan, Mengapa Badan Usaha Otorita IKN Ini Masuk Meja Hijau?The Affair Was Just the Beginning, Jadwal Tayang, Sinopsis, dan Cara Nonton di ViuKPK Gelar OTT di Pemalang, Bupati Anom Widiyantoro Turut DiamankanUpdate Klasemen Piala AFF 2026, Singapura dan Malaysia Memimpin, Cek Jadwal Matchday 3

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata · 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap