apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Strategi Pemangkasan OPEC+

Nyaring AranDiterbitkan 27 Jul 2026 - 01.35 · 4 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Dunia Stabil di Tengah Strategi Pemangkasan OPEC+
Foto/Ilustrasi: Jawapos
A-A+

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) terus menjadi penjaga utama keseimbangan pasar energi global, terutama melalui kebijakan produksi yang berdampak langsung pada harga minyak mentah dunia. Sejak pertengahan 2023, aliansi yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia ini secara agresif menerapkan serangkaian pemangkasan pasokan untuk mengerek harga dari level terendah. Memasuki Oktober 2023, harga minyak mentah Brent, patokan internasional, bertengger di kisaran 91 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) acuan Amerika Serikat berada di sekitar 87 dolar AS per barel, menunjukkan stabilitas di level tinggi setelah sempat menyentuh puncak 97 dolar pada bulan sebelumnya. Posisi ini mencerminkan tarik-menarik antara fundamental pasokan yang ketat dengan ketidakpastian permintaan global yang membayangi.

Langkah paling signifikan datang dari Riyadh yang secara sukarela memangkas produksi sebesar 1 juta barel per hari sejak Juli dan terus memperpanjang kebijakan tersebut hingga akhir Desember 2023. Moskow mengimbangi dengan memperpanjang pengurangan ekspor minyaknya sebesar 300.000 barel per hari pada periode yang sama. Kedua kebijakan sukarela ini menjadi lapisan tambahan di atas pemangkasan kolektif OPEC+ yang sudah berjalan, termasuk pengurangan 1,66 juta barel per hari yang diumumkan sebelumnya hingga akhir 2024. Dengan demikian, total pengurangan pasokan dari level normal diperkirakan menyentuh sekitar 5 juta barel per hari, atau hampir 5 persen dari kebutuhan global. “Keputusan ini dirancang untuk memberikan kepastian dan stabilitas,” demikian pernyataan resmi aliansi yang menekankan fleksibilitas untuk menyesuaikan kebijakan setiap bulan sesuai perkembangan pasar.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Kendati pemangkasan besar-besaran itu mengetatkan stok minyak global, pergerakan harga tetap terbatas. Faktor penghambat utama berasal dari permintaan yang belum pulih sepenuhnya. Data ekonomi dari China, importir minyak terbesar dunia, menunjukkan laju pemulihan yang tidak merata, sementara aktivitas manufaktur di Eropa masih lesu. Dolar AS yang menguat karena sikap agresif bank sentral Amerika Serikat (The Fed) juga membuat minyak yang dihargai dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan minat beli. Analis mencatat, tanpa adanya lonjakan konsumsi dari Asia, kenaikan harga sulit menembus level psikologis 100 dolar AS per barel meskipun suplai terus dipangkas. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah sesekali memicu gejolak kecil yang kembali mereda seiring jaminan pasokan dari negara-negara Teluk.

Dampak strategi OPEC+ terasa di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat, harga bensin di pompa kembali mendekati angka 4 dolar AS per galon di beberapa negara bagian, memicu kekhawatiran inflasi transportasi yang dapat mengganggu upaya The Fed mengendalikan laju kenaikan harga. Bagi negara-negara konsumen besar seperti India dan Jepang, biaya impor energi membengkak dan memberikan tekanan pada neraca perdagangan serta subsidi domestik. Sementara itu, Arab Saudi sendiri membutuhkan harga minyak di sekitar 80 dolar AS per barel untuk menopang anggaran proyek ambisiusnya, sementara Rusia berupaya menjaga pendapatan di tengah sanksi Barat. Badan Energi Internasional (IEA) dan OPEC pun berbeda pandangan mengenai proyeksi permintaan untuk 2024, dengan IEA yang lebih pesimistis akibat efisiensi energi dan penetrasi kendaraan listrik, sementara OPEC yakin konsumsi akan tetap tumbuh solid.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Prospek ke depan bergantung pada beberapa pertemuan penting OPEC+ yang dijadwalkan pada akhir November, di mana aliansi akan mengevaluasi efektivitas pemangkasan dan memutuskan strategi untuk kuartal pertama 2024. Jika permintaan global kembali meredup, bukan tidak mungkin pemangkasan sukarela akan diperpanjang atau bahkan diperdalam, demi menjaga stabilitas harga yang dianggap vital bagi seluruh anggotanya. Di tengah tekanan transisi energi dan ketidakpastian geopolitik, pasar minyak dunia akan tetap bergerak dalam bayang-bayang keputusan aliansi 23 negara ini. Harga yang stabil di kisaran 85–95 dolar AS per barel nampaknya menjadi skenario yang paling banyak diprediksi, meski risiko penurunan mendadak akibat resesi global tetap menghantui dan membuktikan bahwa era volatilitas harga minyak belum usai.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

harga minyakminyak mentahenergi globalOPEC+pemangkasan produksipasokan minyak

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap