apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3 Persen Menyusul Penurunan Stok AS dan Spekulasi Kebijakan OPEC+

Parlin SinagaDiterbitkan 29 Jul 2026 - 19.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3 Persen Menyusul Penurunan Stok AS dan Spekulasi Kebijakan OPEC+
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Harga minyak dunia kembali bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari Rabu (29/7), setelah sempat mengalami tekanan hebat pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga ini memulihkan sebagian kerugian pasar setelah pada hari Selasa (28/7) harga minyak merosot sekitar 5 persen hingga menyentuh level terendah dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Pulihnya harga minyak mentah global saat ini didorong oleh laporan penyusutan cadangan minyak mentah di Amerika Serikat serta munculnya spekulasi terkait kebijakan produksi dari kelompok produsen OPEC+.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 00.02 GMT, kontrak berjangka minyak mentah jenis
Brent
mencatatkan kenaikan sebesar USD 2,71 atau sekitar 3,2 persen, yang menempatkannya pada level USD 86,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat juga menguat secara signifikan dengan kenaikan sebesar USD 2,26 atau sekitar 3,4 persen ke posisi USD 81,95 per barel. Pergerakan positif ini menunjukkan reaksi cepat pasar dalam merespons dinamika pasokan terbaru.

Faktor utama yang memicu sentimen positif ini adalah rilis data persediaan minyak mentah domestik Amerika Serikat dari American Petroleum Institute (API). Menurut laporan API tersebut, persediaan minyak mentah AS menyusut sekitar 3,3 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 24 Juli. Penurunan cadangan yang cukup besar ini mengindikasikan adanya penyerapan pasokan yang kuat di negara konsumen minyak terbesar di dunia tersebut.

Baca Juga

Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026

Perdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026

Kendati stok minyak mentah mengalami penurunan, data API juga menunjukkan adanya peningkatan pada cadangan produk olahan. Persediaan bensin di Amerika Serikat justru terpantau bertambah sebanyak 918.000 barel. Selain itu, persediaan produk sulingan atau distillate juga mengalami peningkatan sebesar 355.000 barel jika dibandingkan dengan kondisi pada pekan sebelumnya. Perbedaan arah pergerakan stok antara minyak mentah dan produk olahan ini memberikan gambaran yang cukup beragam bagi para pelaku pasar.

Di samping data persediaan AS, pergerakan harga minyak kali ini juga ditopang oleh spekulasi mengenai langkah strategis kelompok negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+). Terdapat spekulasi di kalangan pelaku pasar bahwa OPEC+ akan menghentikan sementara rencana mereka untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak. Penundaan kenaikan produksi tersebut diperkirakan akan berlangsung selama tiga bulan, yang dimulai pada bulan Oktober mendatang. Langkah penundaan ini dinilai berpotensi menjaga stabilitas harga dengan menahan pasokan baru masuk ke pasar.

Baca Juga

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Di ranah geopolitik, ketidakpastian masih terus membayangi dan memengaruhi pergerakan harga komoditas ini. Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sempat menyatakan kepada media Fox News bahwa telah terjadi "pembicaraan yang baik" dengan pihak Iran setelah Amerika Serikat menghentikan kampanye pengebomannya selama dua pekan. Namun, klaim mengenai peluang negosiasi ini segera dibantah oleh pihak Iran, yang menegaskan bahwa mereka tidak sedang berupaya untuk melanjutkan kembali perundingan dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, terdapat pula perkembangan diplomatik dari wilayah perairan strategis Timur Tengah. Negara Oman dilaporkan telah mengajukan sebuah proposal kepada Iran untuk mengelola arus lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Rencana pengelolaan yang diusulkan oleh Oman tersebut mencakup penerapan pungutan sukarela bagi kapal-kapal yang melintas. Mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia, perkembangan proposal ini terus dipantau secara ketat oleh pelaku industri energi global.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi globalharga minyakBrentOPEC+WTIstok minyak AS

Berita Terbaru Lainnya

DENZA Z Resmi Meluncurkan Varian Coupe dan Racing, Tawarkan Performa Elektrifikasi PremiumDenza D9 Perkuat Dominasi di Pasar Luxury High MPV, Catat Penjualan Lebih dari 10 Ribu UnitLegislator NasDem Minta Badan Gizi Nasional Batalkan Proyek Portal Pemantauan Baru Makan Bergizi GratisReformasi Tata Kelola BGN Selamatkan Ratusan Miliar Rupiah Uang NegaraPerdana dalam Sejarah, Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I 2026Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di KalimantanProfil Anom Widiyantoro, Dari Direktur Anak Usaha BUMN, Kini Menjadi Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPKIndosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap