apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan

Domu TobingDiterbitkan 29 Jul 2026 - 19.30 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara Tertahan Risiko Gangguan Pasokan di Kalimantan
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Pasar komoditas global menunjukkan tren melemah secara serentak pada penutupan perdagangan hari Selasa (28/7). Penurunan harga ini melanda berbagai sektor komoditas utama, mulai dari batu bara, nikel, timah, hingga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh pergeseran pasokan, perubahan tensi geopolitik, serta fluktuasi permintaan dari negara-negara konsumen utama.

Di sektor energi, harga batu bara terpantau mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen menjadi USD 130,25 per ton pada penutupan perdagangan hari Selasa. Sepanjang akhir Juli, harga kontrak berjangka untuk batu bara termal ini cenderung bertahan di kisaran USD 130 per ton. Meskipun mengalami pelemahan, pergerakan harga batu bara tertahan oleh adanya risiko gangguan pasokan dari Indonesia. Cuaca kering yang melanda wilayah Kalimantan dilaporkan telah mengganggu jalur pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito. Hambatan transportasi di jalur sungai utama ini memicu potensi keterlambatan ekspor dan berisiko memperketat ketersediaan pasokan batu bara di pasar global.

Selain faktor cuaca di Indonesia, pergerakan harga batu bara juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik global. Kenaikan harga minyak bumi yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah sempat memberikan sentimen positif yang menopang harga batu bara. Namun, penguatan harga tersebut tidak dapat melaju lebih jauh akibat terbatasnya permintaan dari China. Sebagai salah satu konsumen terbesar, China saat ini masih mempertahankan tingkat persediaan batu bara yang tinggi di dalam negeri dan membatasi volume pembelian impor mereka.

Baca Juga

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Sementara itu, sektor logam industri di London Metal Exchange (LME) juga mencatatkan koreksi yang cukup signifikan. Harga nikel terpantau merosot sebesar 1,41 persen, sehingga menempatkan posisinya di level USD 16.970 per ton. Langkah serupa diikuti oleh komoditas timah yang mengalami penurunan lebih tajam, yakni sebesar 1,93 persen. Dengan pelemahan tersebut, harga timah di bursa LME kini berada pada tingkat USD 53.583 per ton.

Di sektor perkebunan, harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO juga tidak luput dari tekanan pasar. Pada penutupan perdagangan, harga CPO melemah sebesar 0,66 persen ke posisi MYR 4.624 per ton, dengan kontrak berjangka minyak sawit di Malaysia diperdagangkan di bawah level MYR 4.650 per ton. Tekanan terhadap CPO ini sebagian besar dipicu oleh penurunan harga minyak nabati pesaing yang diperdagangkan di Bursa Chicago dan Bursa Dalian. Selain itu, harga minyak mentah global yang turun setelah Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran turut meredakan ketegangan geopolitik. Meredanya ketegangan ini berdampak langsung pada penurunan prospek permintaan terhadap biodiesel, yang selama ini menjadi salah satu pilar penopang harga minyak sawit.

Baca Juga

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Kendati demikian, terdapat sejumlah faktor yang diperkirakan dapat menopang konsumsi minyak sawit ke depan. Volume pengiriman minyak sawit untuk periode 1–25 Juli diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 8,1 persen hingga 15,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan Juni. Konsumsi CPO juga diproyeksikan mendapat dukungan dari kebijakan peningkatan mandat pencampuran biodiesel yang diterapkan di Indonesia dan Malaysia. Dari sisi ekspor, India selaku importir minyak sawit terbesar di dunia diperkirakan akan meningkatkan volume pembelian mereka pada periode Juli hingga Oktober akibat menipisnya pasokan minyak nabati domestik menjelang musim perayaan di negara tersebut. Di sisi lain, pelaku pasar juga perlu mewaspadai peringatan dari Malaysia mengenai potensi penurunan produksi minyak sawit pada tahun depan yang disebabkan oleh rekor suhu panas tertinggi.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Batu BaraNikelTimahCPOKomoditasKalimantan

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi · 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional · 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan · 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap