apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga BBM dan Biaya Sekolah Masih Tinggi di Tengah Deflasi Juli 2026

Usat NgajiDiterbitkan 3 Agu 2026 - 21.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga BBM dan Biaya Sekolah Masih Tinggi di Tengah Deflasi Juli 2026
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data perkembangan indeks harga konsumen untuk periode Juli 2026. Berdasarkan catatan lembaga statistik pemerintah tersebut, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen pada Juli 2026. Meskipun angka agregat menunjukkan terjadinya penurunan harga barang dan jasa secara umum, situasi berbeda terlihat pada beberapa sektor pengeluaran masyarakat yang justru mengalami peningkatan harga secara signifikan.

Penjelasan mengenai dinamika perekonomian domestik ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Ateng Hartono menyampaikan laporan tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan secara langsung di kantor pusat BPS yang berlokasi di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti adanya kelompok pengeluaran tertentu yang mencatatkan

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
inflasi
cukup signifikan, terutama pada kelompok transportasi serta kelompok pendidikan.

Bila ditelisik lebih mendalam, kelompok transportasi mencatatkan tingkat inflasi sebesar 0,52 persen sepanjang bulan Juli 2026. Kenaikan harga pada sektor ini memberikan andil atau kontribusi terhadap inflasi nasional secara keseluruhan sebesar 0,06 persen. Menurut data BPS, komoditas yang paling dominan menjadi motor penggerak inflasi di dalam kelompok transportasi ini adalah bensin, yang menyumbang andil inflasi sebesar 0,08 persen. Selain bensin, terdapat pula komoditas lain yang turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi pada sektor transportasi ini, yaitu sepeda motor serta oli mesin, dengan andil masing-masing sebesar 0,01 persen.

Baca Juga

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

Ateng Hartono memaparkan bahwa terjadinya inflasi pada komoditas bensin selama periode Juli 2026 tersebut dipicu oleh tingkat harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang masih tergolong tinggi. Walaupun sempat terjadi penurunan harga pada awal Juli 2026, rata-rata harga bulanan BBM jenis Pertamax ini tetap memberikan dampak inflasi. Sebagai catatan pembanding, harga Pertamax tercatat berada di kisaran Rp 12.000-an pada periode tanggal 1 hingga 9 Juni 2026. Perbandingan pergerakan harga ini menunjukkan bahwa rata-rata harga Pertamax pada bulan Juli 2026 secara bulanan masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata harga pada Juni 2026, sehingga memicu terjadinya inflasi rata-rata bulanan pada komoditas bensin.

Selain sektor transportasi, kelompok pendidikan juga menjadi salah satu kelompok pengeluaran yang mencatatkan kenaikan harga cukup signifikan pada periode yang sama. Kelompok pendidikan ini mengalami inflasi sebesar 0,55 persen pada Juli 2026. Kontribusi atau andil dari kelompok pendidikan ini terhadap angka inflasi nasional secara keseluruhan adalah sebesar 0,03 persen. BPS mencatat bahwa komoditas yang paling dominan mendorong terjadinya inflasi di sektor pendidikan ini terutama adalah biaya sekolah Sekolah Dasar (SD), biaya sekolah Taman Kanak-kanak (TK), serta biaya untuk bimbingan belajar (bimbel), di mana masing-masing komoditas pendidikan tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,1 persen.

Baca Juga

Pemerintah Beri Lampu Hijau Ekspor Komoditas Tambang dengan Kandungan Logam Tanah Jarang

Pemerintah Beri Lampu Hijau Ekspor Komoditas Tambang dengan Kandungan Logam Tanah Jarang

Laporan yang disampaikan oleh BPS ini menggambarkan adanya kontras di tengah kondisi perekonomian domestik pada Juli 2026. Di satu sisi, secara agregat nasional Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14 persen. Namun di sisi lain, masyarakat masih harus menghadapi beban biaya yang cukup tinggi untuk kebutuhan transportasi akibat harga bensin jenis Pertamax, serta pengeluaran untuk sektor pendidikan seperti biaya sekolah SD, TK, dan bimbingan belajar yang terus mengalami kenaikan tarif.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InflasiBPSPertamaxdeflasiBiaya Sekolah

Berita Terbaru Lainnya

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat pada Pembukaan Perdagangan Awal PekanPresiden Prabowo Terima Kunjungan PM Thailand Anutin Charnvirakul Sore Ini di Istana MerdekaKPI Pusat Dorong Kolaborasi Media Penyiaran untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026Mendagri Siapkan Dukcapil Jadi Kunci Layanan Publik DigitalPemerintah Beri Lampu Hijau Ekspor Komoditas Tambang dengan Kandungan Logam Tanah JarangDua Helikopter Pemadam Kebakaran Tabrakan di Yunani, Dua Awak Gugur Saat Jinakkan ApiMengukur Keandalan Asuransi Jiwa Melalui Prestasi, BRI Life Raih Empat Penghargaan Nasional dan InternasionalAnggota DPR RI Rajiv Serap Aspirasi Warga Bandung Barat dan Nagreg Terkait Ketahanan Pangan hingga PJU

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap