JAKARTA — Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bergerak cepat mengantisipasi dampak pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa seluruh otoritas keuangan siap menjaga stabilitas dan memastikan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional tetap berjalan solid serta ramah terhadap pasar (market friendly).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Purbaya seusai menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran KSSK yang diselenggarakan di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, pada Selasa (28/7/2026). Rapat tersebut secara khusus membahas berbagai langkah mitigasi dan antisipasi terhadap potensi dampak yang mungkin timbul di pasar keuangan pasca-pengumuman pengunduran diri orang nomor satu di bank sentral tersebut.
Menurut Purbaya, salah satu fokus utama KSSK saat ini adalah memberikan kepastian dan menjaga kepercayaan para pelaku pasar. Pemerintah bersama dengan otoritas moneter dan lembaga penjamin simpanan berupaya keras untuk menunjukkan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak akan mengganggu kesinambungan kebijakan ekonomi yang selama ini telah berjalan. KSSK berkomitmen untuk terus menjaga agar setiap kebijakan tetap sejalan dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan.
"Kita tunjukkan ke pasar bahwa kebijakan kita tetap solid dan pro-growth, pro-stabilitas, serta market friendly," ujar Purbaya saat menjelaskan komitmen dari KSSK untuk meminimalisasi gejolak di pasar keuangan domestik.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Sebelumnya, kabar mengenai perubahan kepemimpinan di Bank Indonesia ini mengemuka setelah Perry Warjiyo memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai Gubernur BI. Pengunduran diri Perry tersebut diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh pihak pemerintah, Perry Warjiyo memilih mundur dari posisi strategis tersebut karena alasan pribadi.
Guna mengisi kekosongan kepemimpinan dan menjamin kelancaran operasional di Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, telah ditunjuk untuk mengemban tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI. Penunjukan ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum serta menjaga ritme kerja bank sentral dalam mengawal kebijakan moneter nasional.
Terkait penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara, Menkeu Purbaya menyatakan keyakinannya terhadap kapasitas dan rekam jejak yang bersangkutan. Purbaya menilai Destry memiliki kompetensi yang sangat memadai untuk memimpin BI di masa transisi ini karena telah lama terlibat aktif dalam berbagai proses pengambilan keputusan di KSSK.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Purbaya juga memaparkan bahwa Destry bukan merupakan sosok baru dalam ekosistem stabilitas keuangan nasional. Ia mencatat bahwa Destry sebelumnya memiliki pengalaman kerja ganda, yakni pernah bertugas di lingkungan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan juga di Bank Indonesia. Dengan latar belakang yang kuat di kedua lembaga penting tersebut, proses koordinasi di dalam KSSK diyakini akan tetap berjalan harmonis tanpa kendala yang berarti.
Melalui langkah-langkah koordinasi yang erat di bawah bendera KSSK, pemerintah berharap para pelaku pasar keuangan dapat menyikapi pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia ini secara positif dan tenang. KSSK akan terus memantau perkembangan pasar secara saksama untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan baik sepanjang masa transisi ini.






