PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan tren kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan resmi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode semester I-2026, emiten teknologi ini berhasil mempertahankan profitabilitas dengan mencatatkan laba bersih dalam dua kuartal secara berturut-turut. Perkembangan ini memperkuat posisi perseroan dalam peta persaingan industri digital di tanah air.
Sepanjang semester I-2026, emiten yang menaungi bisnis layanan on-demand Gojek serta layanan teknologi finansial GoPay ini membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp607 miliar. Pencapaian ini berhasil membalikkan keadaan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada semester I-2025, GOTO masih mengalami kerugian bersih yang mencapai Rp580 miliar. Sebelum membukukan hasil semesteran ini, perseroan juga telah mengantongi laba bersih sebesar Rp258 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.
Peningkatan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih perseroan yang melesat cukup signifikan. Selama semester I-2026, pendapatan bersih GOTO menembus angka Rp10,99 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 28,4 persen apabila dibandingkan dengan perolehan pendapatan bersih pada semester I-2025 yang berada di angka Rp8,56 triliun. Selain itu, perbaikan kinerja operasional juga terlihat dari keberhasilan perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp782 miliar, membalikkan posisi rugi usaha sebesar Rp172 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Jika melihat rincian sumber pendapatan perseroan, jasa pengiriman masih menjadi penyumbang kontribusi terbesar bagi pendapatan GOTO dengan nilai mencapai Rp3,2 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 16,5 persen. Kontributor terbesar berikutnya adalah imbalan jasa yang menyumbang sebesar Rp3,15 triliun, tumbuh 14,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari sektor pinjaman mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling tinggi, yakni sebesar 65 persen menjadi Rp2,71 triliun.
Selain ketiga pos utama tersebut, pendapatan dari biaya jasa e-commerce PT Tokopedia turut memberikan kontribusi sebesar Rp551 miliar bagi GOTO, tumbuh 32,3 persen. Sektor periklanan juga menyumbang pendapatan sebesar Rp254 miliar atau naik sebesar 8 persen. Pendapatan dari sektor lain-lain tercatat mencapai Rp1,13 triliun, mengalami peningkatan sebesar 46,5 persen dibandingkan dengan semester pertama tahun sebelumnya.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Dari sisi neraca keuangan, posisi aset GOTO juga mengalami penguatan. Total aset perseroan tercatat meningkat sebesar 3,8 persen dibandingkan dengan posisi pada bulan Desember 2025, sehingga kini mencapai Rp47,47 triliun. Dari jumlah aset tersebut, GOTO memiliki likuiditas yang cukup tebal dengan besaran kas dan setara kas yang mencapai Rp23 triliun pada akhir periode laporan keuangan ini.






